Menghadapi Krisis Kesehatan Mental Selama Pandemik Covid

Menghadapi Krisis Kesehatan Mental Selama Pandemik Covid
Ilustasi @(Foto: DW News)

REINHA.com – Berbicara tentang kehidupan pasca-pandemi, menurut Dr. Konstantinos Petsanis hal yang paling dikhawatirkan adalah kesehatan mental.

Dampak akan kesehatan mental yang terjadi selama pandemi pada hari ini dan seterusnya, akan menjadi masalah secara umum,” kata Dr Petsanis. “Secara umum, bagi banyak orang perilaku stres dapat menimbulkan masalah.”

“Fakta bahwa seseorang yang mengira-ngira apakah dia positif Covid seperti memiliki stigma dan akan mengancam hidupnya, dan hal itu tentu saja mempengaruhi perilakunya. Panik bisa mengarah pada perilaku buruk dan juga masalah psikosomatik”.

Menjaga kesehatan mental sangat diperlukan untuk menghindari keluhan fisik yang muncul akibat stres. Karena, ketika seseorang stres bisa memprovokasi dua hal, vaso-spasme dalam sistem pembuluh darah dan penurunan sistem kekebalan tubuh. Hal ini akan menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit.

Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental kita sendiri dan untuk membantu orang lain yang mungkin membutuhkan dukungan dan perawatan ekstra.

  1. Selalu mengupdate berita terbaru. Dapatkan berita terbaru yang berasal dari sumber-sumber terpercaya baik itu dari media cetak, media elektronik dan media sosial.
  2. Lakukan rutinitas sehari-hari di rumah, seperti berolahraga secara teratur, makan-makanan yang sehat, menjaga kebersihan diri.
  3. Cobalah untuk mengurangi seberapa banyak anda menonton, membaca, atau mendengarkan berita yang membuat anda merasa cemas atau tertekan. Carilah informasi terbaru pada waktu-waktu tertentu dalam sehari, sekali atau dua kali sehari jika diperlukan.
  4. Selama masa karantina atau isolasi sosial, tetaplah berhubungan teratur dengan orang-orang yang dekat dengan anda melalui telepon dan saluran online lainnya.
  5. Batasi jumlah alkohol yang anda minum atau jangan minum alkohol sama sekali. Jangan mulai minum alkohol jika anda belum pernah minum alkohol sebelumnya. Hindari penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai cara mengatasi ketakutan, kecemasan, kebosanan dan isolasi sosial.
  6. Jika anda mampu, berikan dukungan kepada orang-orang di lingkungan anda yang mungkin membutuhkannya, seperti membantu mereka berbelanja bahan makanan.
  7. Ketakutan adalah reaksi normal dalam situasi ketidakpastian. Tetapi kadang-kadang ketakutan diungkapkan dengan cara yang menyakitkan bagi orang lain. Berbaik hatilah. Jangan mendiskriminasi orang karena ketakutan Anda.

# Menghadapi Krisis Kesehatan Mental Selama Pandemik Covid#

  • 8
    Shares

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.