Di Tengah Ketidakpastian Global, Perekonomian Indonesia 2019 Tumbuh 5,02%

Di Tengah Ketidakpastian Global, Perekonomian Indonesia 2019 Tumbuh 5,02%
@kemenkeu

REINHA.com – Perekonomian Indonesia tahun 2019 menunjukkan beberapa capaian yang cukup baik di tengah ketidakpastian global. Hal tersebut terungkap dalam Pokok-Pokok Keterangan Pemerintah Mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2019 yang dibacakan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Rapat Paripurna DPR, Kamis, (16/07).

“Perekonomian Indonesia tahun 2019 mampu tumbuh 5,02%, relatif lebih baik dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara yang berada pada angka 4,40%,” jelas Menkeu.

(Baca juga: Lantik Penjabat Kepala Desa Tobitika, Bupati Flotim Ucapkan Terima Kasih Untuk Masyarakat)

Pertumbuhan ekonomi tahun 2019 juga tercermin dari tingkat inflasi tahun 2019 sebesar 2,72%, atau di bawah target APBN TA 2019, yaitu 3,50%. Menurut Menkeu, hal tersebut tidak lepas dari penguatan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta Bank Indonesia (BI) melalui Tim Pengendalian Inflasi Nasional yang berfokus pada Konsep 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Lebih lanjut, Menkeu menerangkan bahwa pada sektor keuangan, bauran kebijakan moneter dan fiskal merupakan hal yang krusial. Hasil dari implementasi bauran kebijakan tersebut adalah rata-rata nilai tukar Rupiah tahun 2019 cenderung menguat jika dibandingkan dengan tahun 2018.

“Capaian apresiasi nilai tukar Rupiah tersebut juga selaras dengan terjaganya cadangan devisa nasional pada akhir tahun 2019 sebesar USD129,18 miliar, lebih baik dibandingkan cadangan devisa nasional pada akhir tahun 2018 sebesar USD120,65 miliar,” ucap Menkeu.

Menkeu mengatakan bahwa Neraca Pembayaran tahun 2019 tercatat mengalami surplus sebesar USD4,68 miliar, meningkat signifikan dari neraca pembayaran tahun 2018 yang mengalami defisit sebesar USD7,13 miliar.

“Kinerja Neraca Pembayaran sepanjang tahun 2019 tersebut merupakan sinyal positif bahwa negara kita memiliki ketahanan sektor eksternal yang tetap kuat di tengah kondisi perekonomian dunia yang kurang kondusif,” jelas Menkeu.

Menkeu juga memaparkan beberapa capaian baik atas pengelolaan APBN TA 2019, antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai angka 71,92, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,28%, persentase penduduk miskin sebesar 9,22%; dan rasio Gini yang membaik pada angka 0,380.

“Capaian angka Indeks Pembangunan Manusia tahun 2019 merupakan angka tertinggi dalam 6 tahun terakhir dan angka tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2019 merupakan yang terendah dalam 5 tahun terakhir,” ungkapnya.

# Di Tengah Ketidakpastian Global, Perekonomian Indonesia 2019 Tumbuh 5,02% (Kemenkeu)

  • 2
    Shares

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.