HUT HKTI Ke-48, Fadli Zon Ingatkan Bahwa Pertanian Adalah Tulang Punggung Bangsa

HUT HKTI Ke-48, Fadli Zon Ingatkan Bahwa Pertanian Adalah Tulang Punggung Bangsa

@Fadli Zon

REINHA.com – Di hari ulang tahun ke-48 Ketua Umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Fadli Zon mengingatkan bahwa pertanian adalah tulang punggung bangsa. Tidak ada peradaban besar di dunia yang tidak ditopang oleh kemajuan sektor pertanian. Tak heran jika dulu Bung Karno menggunakan istilah “PETANI” sebagai akronim dari “Penjaga Tatanan Negara Indonesia”. Petani dan sektor pertanian adalah tulang punggung bangsa ini, kata Fadli Zon.

(Baca juga: Sejak 2018, Kominfo Tangani 3.640 Ujaran Kebencian Berbasis SARA Di Ruang Digital)

Dikutip dari akun media sosial miliknya Fadli Zon mengatakan, menurut FAO (Food and Agriculture Organization), selama pandemi sektor pertanian Indonesia juga berhasil meningkatkan pertumbuhan PDB sekitar 2,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year).

Padahal, lanjut Fadli Zon, pada saat bersamaan, sebagian besar sektor lain, seperti transportasi dan pergudangan, mengalami penurunan tajam. Jika dibandingkan dengan dua sektor besar lainnya, yaitu manufaktur dan perdagangan, sektor pertanian juga tercatat mengalami peningkatan paling positif.

Selain itu, kontribusi sektor pertanian terhadap PDB Indonesia juga terus meningkat. Pada 2019, kontribusi sektor pertanian terhadap PDB hanya 12,9 persen. Sementara saat ini, kontribusinya terhadap PDB naik menjadi 15,01 persen.

Oleh karena itu Fadli Zon mengatakan tidak berlebihan jika dikatakan dampak pandemi terhadap perekonomian kita cukup tertolong oleh daya tahan sektor pertanian.

Lebih lanjut lagi Fadli mengatakan, banyak orang yang kehilangan pekerjan dari sektor-sektor perkotaan, seperti yang terjadi pada krisis 1998 dulu, berhasil diselamatkan oleh sektor pertanian dan perdesaan.

(Baca juga: Jokowi: 3,852 Juta Vaksin Siap Pakai AstraZeneca Kembali Tiba Di Indonesia)

Bahkan, meminjam analisis Chris Manning (2021), dengan insentif yang tepat, kebangkitan sektor pertanian dan perdesaaan ini memiliki potensi menjadi lebih permanen daripada yang pernah terjadi saat krisis 1998.

Apalagi, mengingat kemajuan teknologi saat ini, banyak pekerjaan yang semula hanya bisa dikerjakan di kota, kini bisa dikerjakan dari desa. Peluang baru berupa kehadiran e-commerce atau marketplace juga dapat berkontribusi pada pertumbuhan pertanian dan pendapatan petani.

Selain itu, sektor pertanian juga menjadi penyelamat ekspor Indonesia. Meskipun antara tahun 2016 hingga 2018 pangsa ekspor pertanian mengalami penyusutan, namun di masa pandemi ini pangsanya justru mengalami peningkatan.

Menurut BPS, ekspor pertanian Indonesia pada Maret 2021 mengalami peningkatan hingga dua digit. Secara ‘month to month’ (mtm) peningkatan ekspor pertanian mencapai US$0,39 miliar, atau meningkat 27,06 persen.

Peningkatan ini merupakan peningkatan tertinggi jika dibanding sektor lain, seperti sektor migas (5,28 persen), sektor industri pengolahan (22,27 persen), serta sektor pertambangan dan lainnya (13,68 persen).

Komoditas pertanian yang mengalami kenaikan ekspor cukup besar di antaranya adalah sarang burung walet, tanaman obat, aromatik dan rempah, tembakau, serta cengkeh. Sementara, secara ‘year on year’ (yoy), ekspor pertanian juga tumbuh sebesar 25,04 persen.

Lebih lanjut lagi Fadli Zon mengatakan meski tahun lalu kita dihantui ancaman rantai pasok pangan, akibat munculnya berbagai macam pembatasan sosial, namun data menunjukkan produksi padi kita pada 2020 justru mengalami peningkatan.

Menurut data BPS produksi padi pada 2020 adalah sebesar 54,65 juta ton GKG (gabah kering giling), atau naik sebesar 45,17 ribu ton (0,08 persen) dibandingkan 2019. Jika dikonversikan menjadi beras, produksi beras pada 2020 adalah sebesar 31,33 juta ton, alias mengalami kenaikan sebesar 21,46 ribu ton (0,07 persen) dibandingkan tahun 2019.

Adapun potensi luas panen padi pada subround Januari–April 2021 diperkirakan mencapai 4,86 juta hektare atau mengalami kenaikan sekitar 1,02 juta hektare (26,53 persen) dibandingkan subround yang sama sebesar 3,84 juta hektare.

Karena itu Fadli Zon merasa aneh dengan rencana pemerintah akan melakukan impor beras beberapa waktu lalu. Kebijakan impor beras pasti merugikan petani dan menghancurkan harga gabah.

Selain itu kata Fadli Zon, selain tanaman pangan, di tengah-tengah pandemi ini, kita juga mengalami surplus produksi daging dan telur ayam, sehingga tak harus mengimpor dari luar.

# HUT HKTI Ke-48, Fadli Zon Ingatkan Bahwa Pertanian Adalah Tulang Punggung Bangsa

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.