Kapus Waiwadan: Gerobak Cinta Berhasil Turunkan Stunting Di Flores Timur Khususnya Di Kecamatan Adonara Barat

Kapus Waiwadan: Gerobak Cinta Berhasil Turunkan Stunting Di Flores Timur Khususnya Di Kecamatan Adonara Barat

@reinha.com

REINHA.com – Kepala Puskesmas (Kapus) Waiwadan, Nikolaus Narek Kopong mengatakan program pemerintah kabupaten Flores Timur (Inovasi program PMT Gerobak Cinta) berhasil menurunkan angka stunting di kabupaten Flores Timur, khususnya di kecamatan Adonara Barat Puskesmas Waiwadan.

Berdasarkan data di tahun 2018, Kecamatan Adonara Barat menempati angka stunting tertinggi di Flores Timur dengan data stunting pada posisi 54,37%.

(Video: Kapus Waiwadan: “Gerobak Cinta” Berhasil Turunkan Angka Stunting Di Kecamatan Adonara Barat)

“Dengan angka yang cukup signifikan itu membuat kami lintas sektoral bersama pak Camat dan UPTD yang ada disini bekerjasama dengan puskesmas, kami terus berupaya untuk bisa menurunkan angka stunting itu” kata Nikolaus.

Melalui program inovasi PMT Gerobak Cinta yang diturunkan lewat PERBUP, proses pelaksanan penurunan stunting melibatkan semua stakeholder yang ada, termasuk kepala desa, kader kesehatan, tenaga kesehatan desa, dimana program tersebut merupakan suatu gerakan bersama di Kecamatan Adonara Barat untuk menurunkan angka stunting, ungkap Nikolaus.

(Baca juga: Puskesmas Waiwadan Telah Mencapai 1292 Sasaran Vaksinasi)

Nikolaus menjelaskan dengan angka stunting yang begitu tinggi di tahun 2018 maka dilakukan kegiatan-kegiatan seperti PMT khusus stunting selama 90 hari, pemeriksaan cacing khusus untuk anak-anak stunting, kegiatan lomba bayi balita sehat, dan survey peran ayah yang terus dilakukan. Dimana menurut Nikolaus salah satu penyebab angka stunting yang cukup besar di Kecamatan Adonara Barat adalah penyakit kecacingan.

Selain itu, lewat juknis PMT dari Dinas Kesehatan dilakukan penjabaran tentang makanan lokal SOLOR (Sorgum dan Kelor) kepada masyarakat.

Kerja keras tersebut pun berbuah manis, Kecamatan Adonara Barat tidak lagi menjadi Kecamatan dengan angka stunting tertinggi, dimana di tahun 2019, presentase angka stunting d Kecamatan Adonara Barat berubah menjadi 37,53 %.

Di tahun 2020, angka tersebut terus menurun menjadi 26,35 %. Pada tahun 2021 di bulan Agustus, lewat kegiatan operasi timbang, tim dari puskesmas bersama dengan nakes desa dan kader kesehatan, memperoleh hasil yang cukup memuaskan, angka stunting kembali turun menjadi 21,35 %, dimana dari total balita yang ada di bulan Agustus 2021 sebanyak 1030, jumlah stunting yang ada di Kecamatan Adonara Barat sebanyak 215 orang dengan presentasi 21,35%.

# Kapus Waiwadan: Gerobak Cinta Berhasil Turunkan Stunting Di Flores Timur Khususnya Di Kecamatan Adonara Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.