BERITABerita NasionalBUDAYA

Yani Haryanto: SLKL Adalah Upaya Pencepatan Kemajuan Kebudayaan

Masyarakat Adat di Desa Waibao melakukan tarian penyambutan dalam Kegiatan Pelatihan Fasilitator SLKL 2024

REINHA.com – Kegiatan Training of Trainer (TOT) Fasilitator Sekolah Lapang Kearifan Lokal (SLKL) di Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, diikuti oleh 28 peserta gabungan dari empat Kabupaten. Peserta ToT SLKL berasal dari Kabupaten Flores Timur, Sikka, Lembata dan Alor. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 5 sampai dengan tanggal 8 Maret 2024.

Kegiatan pelatihan SLKL diperuntukkan bagi Pandu Budaya, dimana diharapkan setelah pelatihan akan mampu menjadi pelatih dan mampu mengajari materi pelatihan tersebut kepada orang lain.

(Baca juga: Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Gelar Pelatihan Fasilitator SLKL Di Waibao Flores Timur)

Penjabat Bupati Flores Timur, Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Flores Timur, memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Direktur Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan, Riset dan Teknologi RI yang telah memilih Flores Timur sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan pelatihan SLKL selain di kabupaten Alor dan Sikka.

Doris Alexander Rihi pun sepenuhnya memberikan dukungan kepada terselenggaranya kegiatan Sekolah Lapang Kearifan Lokal (SLKL), sebagai upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat adat pesisir dan pulau-pulau kecil di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi pelopor gerakan kedaulatan pangan secara nasional.

Pamong Budaya Ahli Muda, Dit. KMA Ditjend Kebudayaan Kemdikbudristek Yani Haryanto mengatakan bahwa kegiatan Sekolah Lapang Kearifan lokal merupakan upaya pencepatan kemajuan kebudayaan yang dijalankan secara partisipatif bersama masyarakat Adat.

Lebih lanjut lagi Yani mengatakan bahwa ditahun 2024 ini, akan melaksanakan kegiatan di tiga kabupaten. Tiga kabupaten tersebut adalah Kabupaten Flores Timur, Alor dan Sikka.

Kepala Desa Waibao Heronimus Raga Aran dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Direktur Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan, Riset dan Teknologi RI, dimana menurutnya tidak semua desa memiliki kesempatan yang sama seperti Waibao.

Heronimus Raga Aran pun menjelaskan secara singkat potensi apa saja yang ada di Waibao. Desa Waibo merupakan Desa Gaya Baru dimana masyarakat Waibao memiliki beberapa suku didalamnya, seperti suku Ile Jadi (penduduk asli), Tena Mao (pendatang) dan Lipa Tale (masyarakat yang bergabung dengan beberapa alasan, seperti peperangan dan sebagainya).

# Yani Haryanto: SLKL Adalah Upaya Pencepatan Kemajuan Kebudayaan (Jhoe Wain)

Leave a ReplyCancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Exit mobile version