Studi: 50% Negara Di Dunia Tidak Ada Budaya Berciuman

Studi: 50% Negara Di Dunia Tidak Ada Budaya Berciuman

REINHA.com – Para peneliti baru-baru ini melakukan studi terbaru tentang berciuman. Ketika persepsi masyarakat modern menganggap berciuman adalah aktivitas yang romantis dan sensual, ternyata hasil penelitian yang melibatkan 168 budaya di dunia menunjukkan bahwa budaya berciuman hanya ada di kurang dari 50% negara di dunia.

Sebelumnya para peneliti telah menemukan bahwa berciuman dapat membantu seseorang dalam memilih pasangan yang tepat, dan membuat seseorang hidup lebih lama. Mereka juga menemukan bahwa terdapat 146 otot yang mengerut dan 80 juta bakteri berpindah saat berciuman.

Penelitian lain memukan bahwa seseorang setidaknya menghabiskan waktu selama 20.000 menit atau sekitar 2 minggu untuk berciuman seumur hidupnya. Namun menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam Antropolog Amerika, signifikansi budaya berciuman mungkin tidak seluas itu.

Para peneliti dari University of Nevada dan Indiana University menemukan bahwa berciuman romantis merupakan budaya di Timur Tengah, dengan praktek berciuman dilakukan oleh 100% pasangan. Di Asia, 73% menikmati ciuman romantis, di Eropa 70% dan di Amerika Utara 55%. Uniknya tidak ada budaya berciuman ditemukan di Amerika Tengah.

“Ini adalah pengingat bahwa perilaku yang tampak begitu normal bagi kita, ternyata tidak terjadi di seluruh dunia. Tidak hanya itu, tetapi mereka mungkin memandang berciuman sebagai hal yang aneh atau bahkan menjijikan. Ini menunjukkan bagaimana biologi manusia berinteraksi dengan budaya yang berbeda untuk menjelaskan variasi perilaku manusia” ucap Justin Garcia, co-penulis studi dan seorang ilmuwan di The Kinsey Institute, Indiana University, seperti dilansir Washingtonpost, 27 Juli 2015.

Pada akhirnya, para peneliti menemukan bukti bahwa frekuensi berciuman romantis memiliki korelasi yang kuat dengan kompleksitas sosial suatu kelompok masyarakat. Semakin kompleks sosial budaya di dalam kelompok masyarakat, maka akan semakin tinggi aktivitas berciuman romantis di kelompok masyarakat tersebut. (rsn-reinha)