Pasokan Air Di Tibet Tercemar Oleh Konstruksi China
REINHA.com – Satu-satunya sumber pasokan air di sebuah desa di Tibet timur saat ini tercemar oleh limbah yang berasal dari proyek pembangunan jalan yang dilakukan oleh pemerintah China. Penduduk setempat mengatakan bahwa air telah menjadi begitu kotor dengan lumpur dan sampah, sehingga tidak lagi layak untuk di minum.
Pemerintah Tibet telah mengajukan banding ke otoritas lokal, yang menyatakan “Kami tidak perlu sedekah, kami hanya perlu air bersih. Kami tidak perlu biji-bijian, hanya air bersih”. Sayangnya, pemerintah China telah menolak untuk mengambil tindakan apapun.
Proyek pembangunan jalan, yang dimulai pada bulan April di Rebkong county, melibatkan penggalian tanah di lokasi yang merupakan satu-satunya sumber air untuk desa Shadrang, Tibet. Penduduk setempat mengatakan air tersebut bahkan tidak lagi layak untuk diminum oleh hewan. Bagaimana mungkin mereka menggunakannya?
Seperti dilansir The Tibet Post, 11 Juni 2015, sebagian besar transportasi dan pembangunan infrastruktur di Tibet dilaksanakan oleh pemerintahh China tanpa konsultasi dengan masyarakat lokal, dan tampaknya ditujukan untuk memfasilitasi pembangunan tambang dan ekstraksi mineral.
Dataran tinggi Tibet kaya sumber daya alam yang dimanfaatkan oleh pemerintah China dengan ebagai bagian dari rencana ekonomi untuk mengembangkan Tibet. Sumber daya di kawasan ini mencakup air minum yang segar, sungai yang cocok untuk pembangkit listrik tenaga air dan mineral dalam skala besar seperti emas, tembaga, perak, krom dan lithium, serta bahan bakar fosil seperti batubara, minyak dan gas alam.
Namun sayangnya, polusi, perusakan lingkungan dan penggalian tanah yang dilakukan pemerintah China telah menjadi bagian dari eksploitassi perekonomian Tibet. Masalah lingkungan ini merupakan pemicu utama aksi protes yang dilakukan rakyat Tibet selama beberapa tahun terakhir. (rsn-reinha)



