
REINHA.com – Lantunan doa terdengar menggema lirih di langit malam Kelurahan Pantai Besar (Rabu 1 April 2026). Ratusan umat katolik berkumpul, berdoa secara khusyuk (mengaji) di Kapela Mater Misericordia.
Rabu Trewa hari dimana dimulainya masa perkabungan Semana Santa (Pekan Suci) pada Rabu sebelum Kamis Putih. Suasana yang sebelumnya hening dalam doa, seketika riuh, dimana puluhan anak muda menyeret seng di jalan beraspal, ritual ini dimaksudkan untuk mengenang kembali kisah penangkapan Yesus Kristus dan dimulainya masa hening di Kota Larantuka.
Dalam tradisi umat Katolik di Keuskupan Larantuka, Trewa berarti bunyi-bunyian atau kegaduhan. Sebagai tanda memasuki suasana dimana sebagian aktivitas kegembiraan mulai dibatasi selama Tri Hari Suci.
Rabu Trewa sendiri dilaksanakan pada malam hari, biasanya diawali setelah ibadat Lamentasi (Ratapan Yeremia) di kapela-kapela.***(JMW)
# Rabu Trewa, Masa Hening Di Kota Larantuka



