
Pelaku Penembakan Las Vegas Gunakan 16 Senapan
REINHA.com – Penembakan brutal yang terjadi di sebuah lokasi konser musik di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, pada Minggu malam, 1 Oktober 2017, telah menewaskan sedikitnya 59 orang dan melukai 527 orang. Pelaku dilaporkan menggunakan 16 senapan, 2 di antaranya merupakan senapan otomatis yang diletakkan di atas tripod.
Pelaku diidentifikasi sebagai pria asal Nevada berusia 64 tahun, Stephen Paddock. Paddock tinggal di kota Mesquite, Nevada, di sebuah properti senilai $ 400.000 (atau sekitar Rp. 5.400.000.000) bersama kekasihnya Marilou Danley, 62 tahun, yang saat ini berada di Filipina.
(Baca juga: Penembakan Di Las Vegas, Lebih Dari 50 Orang Tewas)
Paddock merupakan seorang multijutawan pensiunan akuntan. Dia memiliki lisensi berburu dan memancing, lisensi pilot, dan bekerja di Lockheed Martin sebagai auditor selama tiga tahun di akhir tahun 1980an. Pria tersebut juga tidak memiliki catatan kriminal di negara bagian Nevada.
Mayat Paddock ditemukan oleh polisi di sebuah ruangan di Mandalay Bay Resort setelah dia bunuh diri. Sebanyak 16 senjata api ditemukan di tempat kejadian dan sebuah tripod untuk menyangga senapan otomatis. Paddock membawa senapan-senapan tersebut dengan menggunakan 10 koper yang sudah ditimbun beberapa hari sebelumnya.
Polisi telah menggeledah rumah Paddock di Mesquite dan menemukan gudang senjata yang jauh lebih besar dari yang ditemukan di kamarnya di Mandala Bay Resort. Sebanyak 18 senjata api, ribuan amunisi dan bahan peledak Tannerite ditemukan di rumah tersebut.
Polisi memperkirakan Paddock telah lama merencanakan serangan mematikan tersebut. Namun pihak berwenang mengatakan pada konferensi pers Senin pagi, 2 Oktober 2017, bahwa motif penyerangan hingga saat ini belum diketahui. (dailymail/rsn-reinha)


