Lima Penyakit Yang Sering Terjadi Pada Anak Dan Cara Mencegahnya

REINHA.com – Dibandingkan dengan orang dewasa, bayi dan balita lebih rentan terserang penyakit. Kondisi geografis Indonesia yang berada di daerah tropis menjadikan variasi mikroorganisme penyebab penyakit lebih beragam.
(Baca juga: Ilmuwan Klaim Wanita Kurang Mementingkan Diri Sendiri)
Berikut lima penyakit yang sering terjadi pada anak, dan cara mencegahnya.
1. ISPA
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah infeksi saluran pernafasan akut yang menyerang tenggorokan, hidung dan paru-paru yang berlangsung kurang lebih 14 hari.
Penyebab ISPA yaitu bakteri dari genus streptococcus, staphylococcus, pneumococcus, dan virus dari golongan adenovirus, myxovirus dll dengan penyebarannya melalui udara.
Tanda dan gejala ISPA bisa dari yang ringan hingga berat berupa batuk, pilek, sesak napas, demam lebih dari 39 Celcius, kesadaran menurun, nadi cepat/tidak teraba, tarikan dinding dada, bibir membiru dan gelisah.
Penanganan yang bisa dilakukan di rumah antara lain, bila demam segera kompres dengan menggunakan kain bersih yang dicelupkan ke dalam air hangat. Jika anak batuk bisa dengan memberikan campuran perasan jeruk nipis dengan kecap manis atau madu. Tetap memperhatikan asupan gizi anak, pemberian ASI,dan air putih yang lebih banyak dari biasanya. Bila gejala bertambah parah sebaiknya segera bawa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan tetap menjaga pola makan yang sehat, pemberian imunisasi, menjaga kebersihan lingkungan dan individu, serta mencegah penularan dari orang yang menderita ISPA (memakai masker).
2. Radang Tenggorokan
Radang tenggorokan yang sering diderita si kecil bisa disebabkan oleh virus dan atau bakteri. Gejalanya mulai dari demam, sakit kepala, rasa sakit saat menelan, suara serak. Dari dalam mulut bisa terlihat nanah di permukaan tonsil (amandel), kemerahan, pembesaran kelenjar getah bening leher yang terasa nyeri bila ditekan.
Pengobatan yang bisa dilakukan di rumah dengan minum banyak air putih, berkumur dengan garam yang dicampur dengan air hangat, kompres hangat bila demam.
3. Demam
Demam ditandai dengan keadaan suhu tubuh di atas suhu normal yaitu 38 Celcius. Pengukurannya sendiri pun bisa melalui mulut, ketiak ataupun dubur.
Demam terjadi karena adanya infeksi dalam tubuh (mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan penyakit).
Bila terjadi demam perbanyaklah cairan (minum air putih yang banyak), istirahat cukup, tidak dianjurkan menggunakan pakaian yang terlalu tebal karena dapat menghambat evaporasi, kompres dengan menggunakan air hangat. Bila suhu tubuh lebih dari 38 Celcius dianjurkan untuk ke dokter.
4. Ruam Popok
Ruam popok yang ditandai dengan kulit kemerahan, bintik-bintik merah, terasa panas bila diraba terjadi karena reaksi kulit terhadap urine dan tinja,iritasi bahan popok, dan kulit yang sensitif.
Ruam ini tidak berbahaya, namun sangat mengganggu kenyamanan pada bayi / anak.
Usahakan untuk selalu mencuci tangan sebelum mengganti popok, menjaga agar area / tempat memakai popok tetap kering dan bersih. Bawalah ke dokter jika ruam popok si kecil bertambah parah / memburuk.
5. Diare
Diare sering terjadi pada lingkungan yang kurang bersih dan padat penduduk. Diare menurut WHO bila frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dan bentuk tinja lebih encer dari biasanya.
Penularan diare bisa dari makanan dan minuman yang terkontaminasi (kotor), pengguanaan air yang kurang bersih, tidak memasak air sampai mendidih, kurang memperhatikan kebersihan diri (cuci tangan sebelum dan sesudah makan, sesudah BAK / BAB), dan peralatan rumah tangga yang tidak dicuci bersih.
Berilah oralit setiap buang air besar. Berikan ASI atau susu formula lebih sering, jangan makan atau minum terlalu cepat. Diare menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi akibat diare merupakan salah satu penyebab kematian pada anak – anak.
# Lima Penyakit Yang Sering Terjadi Pada Anak Dan Cara Mencegahnya (jmw-reinha)


