Setelah Mengetahui Puisi Yang Dibacakan Ganjar Milik Gus Mus, FUIB Minta Maaf

Setelah Mengetahui Puisi Yang Dibacakan Ganjar Milik Gus Mus, FUIB Minta Maaf

Setelah Mengetahui Puisi Yang Dibacakan Ganjar Milik Gus Mus, FUIB Minta Maaf
Foto: KH Mustofa Bisri atau Gus Mus (Istimewa/Facebook)

REINHA.com – Setelah mengetahui bahwa puisi yang dibacakan Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo adalah puisi milik tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Rahmat Himran, miminta maaf dan batal melaporkan Ganjar ke pihak Kepolisian.

Puisi yang dibacakan Ganjar dalam sebuah acara tv swasta tersebut dianggap menistakan agama, karena terdapat frasa yang berbunyi ‘Kau ini bagaimana? Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat’.

(Baca juga: Fadli Zon Setuju Dengan Pengusulan Rohana Kudus Sebagai Pahlawan Nasional)

Puisi berjudul ‘Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana, tersebut diketahui merupakan karya Gus Mus pada tahun 1987.

“Kami minta maaf sebesar-besarnya pada Gus Mus dan keluarga besar NU karena puisi yang dibacakan Pak Ganjar ternyata puisi Gus Mus,” ujar Rahmat dalam konferensi pers di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (10/4).

Rahmat mengatakan awalnya pihak FUIB berencana melaporkan Ganjar atas puisi yang dibacakan dalam acara di salah satu stasiun televisi ke Bareskrim Mabes Polri. Hal itu dikarena puisi tersebut dianggap menistakan agama. Namun setelah ditelusuri puisi itu ternyata karangan Gus Mus.

“Kami kemudian menyimpulkan bahwa kami keliru menyampaikan persoalan ini,” katanya.

Dikutip dari CNN, Rahmat menampik batalnya pelaporan ke Bareskrim lantaran kuasa hukum Ganjar telah melaporkannya lebih dulu ke Polda Jateng, kemarin, Senin (9/4).

Rahmat menegaskan pembatalan laporan itu semata karena puisi itu karangan Gus Mus yang termasuk ulama senior dan merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Mereka laporkan kami no problem. Saya selaku ketua umum FUIB bertanggung jawab, karena yang perlu digarisbawahi itu puisi Gus Mus,” ucapnya.

Rahmat membandingkan dengan puisi Sukmawati Sukarnoputri tentang azan dan cadar yang juga sempat menimbulkan polemik. Menurutnya, puisi karangan Gus Mus tak secara gamblang menyinggung soal azan bagi umat Islam.

Di sisi lain, ia juga khawatir rencana pelaporan ke Bareskrim justru dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab.

“Kami evaluasi ternyata muatan politisnya sangat tinggi karena Pak Ganjar masih cagub, karena itu kami tidak mau ditunggangi lawan politik Pak Ganjar,” tutur Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat mengaku siap ditemukan dengan Gus Mus untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

“Nanti kami tunggu senior-senior (FUIB) dulu, secepatnya bisa (diatur pertemuan) untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung,” imbuhnya.

Berikut isi puisi karya Gus Mus berjudul ‘Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana’ yang dikutip dari situs Kementerian Agama:

Kau ini bagaimana…
Kau bilang aku merdeka
Tapi kau memilihkan untukku segalanya

Kau ini bagaimana…
Kau suruh aku berfkir
Aku berfikir kau tuduh aku kafir
Aku harus bagaimana…
Kau suruh aku bergerak
Aku bergerak kau waspadai

Kau bilang jangan banyak tingkah
Aku diam saja kau tuduh aku apatis

Kau ini bagaimana…
Kau suruh aku memegang prinsip
Aku memegang prinsip
Kau tuduh aku kaku

Kau ini bagaimana…
Kau suruh aku toleran
Aku toleran kau tuduh aku plin-plan

Aku harus bagaimana…
Kau suruh aku bekerja
Aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku taqwa
Tapi khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa

Kau suruh aku mengikutimu
Langkahmu tak jelas arahnya

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh menghormati hukum
Kebijaksanaanmu menyepelekannya

Aku kau suruh berdisiplin
Kau mencontohkan yang lain

Kau bilang Tuhan sangat dekat
Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat

Kau bilang kau suka damai
Kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh membangun
Aku membangun kau merusakkannya

Aku kau suruh menabung
Aku menabung kau menghabiskannya

Kau suruh aku menggarap sawah
Sawahku kau tanami rumah-rumah

Kau bilang aku harus punya rumah
Aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana
Aku kau larang berjudi
permainan spekulasimu menjadi-jadi

Aku kau suruh bertanggungjawab
kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bis Showab

Kau ini bagaimana..
Aku kau suruh jujur
Aku jujur kau tipu aku

Kau suruh aku sabar
Aku sabar kau injak tengkukku

Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku
Sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu

Kau bilang kau selalu memikirkanku
Aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana..
Kau bilang bicaralah
Aku bicara kau bilang aku ceriwis

Kau bilang kritiklah
Aku kritik kau marah

Kau bilang carikan alternatifnya
Aku kasih alternative kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana
Aku bilang terserah kau
Kau tak mau

Aku bilang terserah kita
Kau tak suka

Aku bilang terserah aku
Kau memakiku

Kau ini bagaimana
Atau aku harus bagaimana

# Setelah Mengetahui Puisi Yang Dibacakan Ganjar Milik Gus Mus, FUIB Minta Maaf

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.