Dulu Marah Saat Ahok Larang Sahur on The Road, Kini Fahira Idris Beda

Dulu Marah Saat Ahok Larang Sahur on The Road, Kini Fahira Idris Beda

Dulu Marah Saat Ahok Larang Sahur on The Road, Kini Fahira Idris Beda
@Fahira Idris

REINHA.com – Sikap anggota DPR RI Fahira Idris sempat dipertanyakan oleh warganet lantaran tak bersuara saat Pemprov DKI Jakarta melarang acara Sahur on The Road.

Dikutip dari media online fahiraidris.id Fahira Idris mengatakan kegiatan bulan ramahdan dimanfaakan oleh umat muslim untuk saling berbagi. Kegiatan berbagi itu sebagai tradisi utama saat sahur dengan membagi makanan ke berbagai lokasi.

Namun, terjadi penggerusan luar biasa soal makna SOTR yang sebenarnya baik menjadi kegiatan yang negatif dikarenakan ulah segelintir oknum yang berkonvoi, membut kericuhan bahkan melanggar hukum di jam-jam sahur dengan kedok SOTR.

Fahira Idris pun mengapresiasi kebijakan Pemprov DKI Jakarta lewat Kepala Dinas Sosial yang memberi opsi dengan menyiapkan berbagai lokasi terutama masjid untuk kelompok warga masyarakat yang ingin melakukan kegiatan sahur bersama dan berbagi makanan saat sahur.

(Baca juga: Blokir 1.285 Akun, Kominfo: 143 Juta Pengguna Medsos Berpotensi Terkena Virus Radikal)

“Kebijakan ini solusi yang sangat tepat bagi kelompok warga yang ingin melakukan SOTR di Jakarta sehingga bisa berlangsung aman dan tertib serta tidak memicu datangnya pengemis dan manusia gerobak turun ke jalanan. Jadi sahurnya itu bukan di jalanan, tetapi di lokasi-lokasi tertentu misalnya masjid, panti asuhan, dan lainnya. Istilah tepatnya sahur on the spot-lah. Saya apresiasi kebijakan ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang melarang sama sekali, ujar Fahira di Jakarta (18/5).

Seperti yang diketahui, kebijakan Sandiaga Uno ini pernah diterapkan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Saat itu, Fahira Idris meradang dan mengatakan siapa saja yang melarang kegiatan ini akan berhadapan dengan dirinya.

“Siapa pun yang melarang kegiatan Sahur on the street di wilayah #Indonesia akan berhadapan langsung dengan saya.” tulisnya saat itu.

Menanggapi itu, sejumlah netter mempertanyakan sikap Fahira saat ini. Di mana ia diminta konsisten menentang hal tersebut seperti yang ia lakukan pada era Ahok. Atas sejumlah pertanyaan netter yang ramai tersebut, Fahira Idris akhirnya buka suara melalui akun Twitter miliknya.

Berikut pernyatan lengkap Fahira Idris yang dikutip dari akun Twitter miliknya

Assalamualaikum.wr.wb.
Bismillaahirrohmaanirrohiimm..

Apa kabar tweeps… maaf baru sempat kultwit.. beberapa hari ini full kegiatan.. bagi yang penasaran dengan pandangan saya tentang #SOTR silahkan simak yg berikut ini..

Selain penuh berkah, bulan ramadan dimanfaatkan oleh umat muslim untuk saling berbagi terutama saat berbuka dan sahur. Kegiatan berbagi ini sudah menjadi tradisi terutama saat sahur dengan membagi makanan ke berbagai lokasi-lokasi tertentu (..

Kegiatan berbagi ini sudah mjadi tradisi terutama saat sahur dengan membagi makanan ke berbagai lokasi-lokasi tertentu mulai dari panti asuhan, panti sosial & ke masjid-masjid. Biasanya warga mengantar makanan sahur ke berbagai lokasi dengan menggunakan kendaraan terutama motor & mobil.

Namun, terjadi penggerusan luar biasa makna SOTR yang sebenarnya baik, menjadi kegiatan yang negatif dikarenakan ulah segelintir oknum yang berkonvoi, membut kericuhan bahkan melanggar hukum di jam-jam sahur dengan kedok

Oknum-oknum seperti ini harus ditindak tegas karena apa yang mereka lakukan di jam-jam sahur bukanlah syiar ramadan, justru melanggar hukum.

Sebagai warga DKI Jakarta saya sangat mengapresiasi kebijakan Pemprov DKI Jakarta lewat Kepala Dinas Sosial yang memberi opsi dengan menyiapkan berbagai lokasi terutama masjid untuk kelompok warga masyarakat yang ingin melakukan kegiatan sahur bersama dan berbagi makanan saat sahur.

Kebijakan ini solusi yg sangat tepat bagi kelompok warga yang ingin melakukan #SOTR di Jakarta sehingga bisa berlangsung aman & tertib serta tidak memicu datangnya pengemis & pendorong gerobak turun ke jalanan.

Jadi sahurnya itu bukan di jalanan, tetapi di lokasi-lokasi tertentu misalnya masjid, panti asuhan, dan lainnya. Istilah tepatnya sahur on the spot-lah. Saya apresiasi kebijakan ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang melarang sama sekali, TANPA ADA SOLUSI.

Sesungguhnya kegiatan #SOTR bukanlah berkonvoi, membagikan makanan dan makan sahur dijalanan sehingga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan mulai dari tawuran hingga sampah.

Namun, makna #SOTR yg sebenarnya adalah syiar ramadan lewat berbagi makanan & sahur bersama dengan mereka yang kurang beruntung yang berada di panti-panti asuhan, panti jompo, panti sosial, masjid atau ke lokasi-lokasi yang warganya perlu mendapat bantuan seperti di kampung-kampung bekas penggusuran

Jadi memang harus diorganisir seperti yang dilakukan Pemprov @DKIJakarta saat ini dengan menyediakan opsi-opsi lokasi berbagi makanan saat sahur. Yang paling penting juga adalah berkoordinasi dan melapor kepada aparat keamanan setempat.

Proses berbagi dan makan sahur bersama saudara-saudara kita yang kurang beruntung ini adalah ajang yang tepat dalam membentuk karakter generasi muda agar lebih peka dan punya jiwa gotong royong. Saya juga mengapresiasi kebijakan Polda Metro Jaya yang tidak melarang kegiatan sahur bersama.

Sebagai info, Polda Metro Jaya tidak melarang kegiatan SOTR. Asal kegiatan itu digunakan untuk hal-hal yang positif & bermanfaat bagi masyarakat. #SOTR yang tak diperbolehkan yakni mengisi kegiatan sahur dengan kebut-kebutan antar pengendara, tawuran & aktivitas lain yang mengganggu ketertiban & lingkungan.

Sekali lagi salut untuk Mas Anies Baswedan dan Bang Sandiaga uno yang punya solusi jitu untuk kegiatan berbagi makanan di jam-jam sahur.. Bravo

Demikian tweet say tentang “Sahur on the Spot, Mengembalikan Makna Sejati #SOTR untuk Berbagi, Salut untuk Pemprov DKI #Jakarta”

Sekian & Terima kasih Wassalam

# Dulu Marah Saat Ahok Larang Sahur on The Road, Kini Fahira Idris Beda

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.