OPCW: Tidak Ada Jejak Senyawa Beracun Di Douma Suriah

OPCW: Tidak Ada Jejak Senyawa Beracun Di Douma Suriah

John Thys/AFP

REINHA.com – Tidak ada jejak senyawa beracun seperti Sarin ditemukan di lokasi serangan kimia di kota Douma Suria, kata laporan yang dikeluarkan oleh OPCW, dimana mereka menambahkan bahwa beberapa senyawa klorin terdeteksi.

“Berbagai bahan kimia organik yang diklorinasi ditemukan dalam sampel” dari dua lokasi di pinggiran Damaskus Douma, yang diperiksa oleh spesialis dari Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW), sebuah dokumen OPCW sementara mengatakan. Bahan kimia itu ditemukan dalam dua sampel yang diambil dari tabung yang ditemukan di Douma, kata laporan itu. Laporan itu menegaskan tidak adanya jejak agen saraf, seperti sarin di Douma.

Dikutip dari RT, catatan teknis dalam laporan OPCW menyebutkan bahwa salah satu laboratoriumnya menemukan jejak asam dichloroacetic, asam trikloroasetat, hidrat kloral, trichlorophenol dan chlorophenol di beberapa sampel. Beberapa bahan kimia ini, seperti asam dichloroacetic dan chloral hydrate, diketahui untuk produk-produk pemurnian air. Laboratorium OPCW lain hanya melaporkan temuan “tidak ada bahan kimia…,” yang berarti tidak ada Senjata Kimia.

OPCW mengirim misi pencarian fakta ke Douma pada bulan April, sekitar seminggu setelah insiden yang dituduhkan. Rusia mengatakan dibulan yang sama, bahwa wadah klorin dari Jerman, yang tampaknya milik militan, ditemukan di bagian-bagian terbebaskan di Douma.

(Baca juga: OPCW Kumpulkan Sampel Penggunaan Senjata Kimia Di Douma Suriah)

Kemudian, militer Rusia menemukan sebuah laboratorium yang dioperasikan oleh militan di Douma pusat, yang mampu menghasilkan senjata kimia. Laboratorium itu memiliki beberapa peralatan canggih, termasuk reaktor kimia industri, yang tampaknya digunakan oleh militan untuk menciptakan gas beracun.

Sebuah rekaman yang diambil oleh wartawan Rusia di dalam fasilitas itu menunjukkan tumpukan besar berbagai bahan kimia, beberapa di antaranya diproduksi di Jerman, serta peluru mortir kosong yang dapat diisi dengan zat beracun.

Insiden kimia yang diklaim di Douma diduga terjadi pada 7 April. Seminggu kemudian, Washington dan sekutunya meluncurkan serangan rudal balas dendam besar-besaran terhadap Suriah, tanpa menunggu OPCW untuk memulai penyelidikan atas insiden tersebut.

# OPCW: Tidak Ada Jejak Senyawa Beracun Di Douma Suriah