Belajar Dan Mengenal Apa Itu Ablasio Retina

Belajar Dan Mengenal Apa Itu Ablasio Retina

Belajar Dan Mengenal Apa Itu Ablasio Retina
Ilustrasi – @Getty Images

REINHA.com – Mata adalah salah satu dari 5 indera yang berfungsi untuk melihat. Kelainan atau kerusakan yang terjadi pada mata, bisa mengakibatkan terjadi penurunan penglihatan hingga kebutaan. Bila seseorang memiliki gejala seperti melihat kilatan cahaya ataupun lapangan pandang berkurang, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter. Karena bisa jadi gejala yang dirasakan adalah gejala yang mengarah ke ablasio retina.

Ablasio retina adalah suatu keadaan terpisahnya sel kerucut dan batang retina dari sel epitel pigmen retina. Ablasio retina dapat menyebabkan cacat penglihatan atau kebutaan yang menetap. Lepasnya retina atau sel kerucut dan batang dari koroid atau sel pigmen epitel, akan mengakibatkan gangguan fungsi yang menetap.

(Baca juga: Cerdas Dalam Mengkonsumsi Obat Selama Kehamilan)

Ablasio retina merupakan salah satu penyakit mata yang bisa terjadi pada semua usia, dan mudah terjadi pada orang yang menderita rabun dekat ataupun memiliki riwayat keluarga pengidap penyakit ablasio retina.

Ablasio retina dapat terjadi melalui 3 mekanisme, yaitu :

1. Penimbunan cairan subretina, sebagai akibat keluarnya cairan pembuluh darah retina dan koroid (extra vasation)
2. Tarikan oleh jaringan fibrotik di dalam badan kaca
3. Pendorongan retina oleh badan kaca cair (fluid vitreous) yang masuk melalui hole, yaitu masuknya badan kaca cair melalui lobang pada retina ke rongga sub retina sehingga mengapungkan retina yang terlepas dari epitel pigmen

Faktor resiko yang bisa mengakibatkan terjadinya ablasio retina adalah :

1. Rabun dekat
2. Riwayat keluarga dengan ablasio retina
3. Diabetes yang tidak terkontrol
4. Trauma
5. Penyakit peradangan
6. Penyakit vaskuler okuler ataupun sistemik
7. Tumor intraokuler

Penglihatan yang terjadi pada penderita ablasio retina dapat berkurang dari ringan sampai berat. Gejala yang sering dikeluhkan oleh penderita, yaitu :

1. Floaters (benda terlihat melayang-layang)
Hal ini dikarenakan adanya kekeruhan di vitreus oleh adanya darah, pigmen retina yang lepas atau degenerasi vitreus itu sendiri
2. Photopsia/light flashes (kilatan cahaya)
Tanpa adanya sumber cahaya disekitarnya, yang umumnya terjadi sewaktu mata digerakkan dalam keremangan cahaya atau dalam keadaan gelap
3. Penurunan tajam penglihatan
4. Akan terlihat bayangan berkembang atau tirai bergerak di lapang pandang ketika retina benar-benar terlepas dari epitel berpigmen.

Terapi atau pengobatan yang dapat dilakukan pada penderita ablasio retina, berupa operasi perlekatan kembali retina dengan teknik laser, pembedahan mata untuk mengatasi gaya tarik yang berlebih pada retina, dan bisa juga dengan krioterapi transkleral.

Melihat dari bahaya dan efek yang ditimbulkan dari ablasio retina, maka sebaiknya lindungi dan jagalah mata kita mulai dari sekarang. Bila menderita diabetes melitus hendaknya rutin memeriksa dan mengontrol kadar gula dalam darah. Bila memiliki keluarga yang memiliki riwayat ablasio retina, periksakan mata setidaknya satu tahun sekali ke dokter. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

# Belajar Dan Mengenal Apa Itu Ablasio Retina

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.