Ilmuwan Khawatir Virus Yang Membunuh Ratusan Juta Orang Dihidupkan Kembali

Ilmuwan Khawatir Virus Yang Membunuh Ratusan Juta Orang Dihidupkan Kembali

Ilmuwan Khawatir Virus Yang Membunuh Ratusan Juta Orang Dihidupkan Kembali
Foto @Reuters

REINHA.com – Para ilmuwan khawatir teknologi baru dapat memberikan orang kemampuan untuk membawa kembali cacar, virus yang telah membunuh ratusan juta orang sebelum diberantas tahun 1980 dan menggunakanya sebagai senjata.

Virus mematikan itu diberantas hampir 40 tahun yang lalu setelah kampanye vaksinasi ekstensif. Namun sebuah penelitian terbaru telah berhasil mengembalikan virus horsepox, dengan mengumpulkan bibit DNA, telah memberi sinyal potensi virus untuk menjadi bioweapon.

(Baca juga: Ucapkan Belasungkawa, Paus Fransiskus: Saya Dekat Dengan Orang-orang Sulawesi)

Para peneliti Universitas Alberta meluncurkan penemuan kontroversial virus horsepox menggunakan biologi sintetis dalam sebuah penelitian yang dirilis pada Januari 2018. Para ahli mikrobiologi Kanada menghidupkan kembali virus itu dengan membeli DNA sintetis secara online seharga sekitar $ 100.000.

“Meskipun kemajuan yang sepenuhnya dapat diprediksi dalam perakitan DNA, setiap manusia dengan koneksi internet dapat mengakses cetak biru genetik virus yang mungkin membunuh jutaan orang,” kata ahli bioekologi MIT, Kevin Esvelt dalam sebuah penelitian yang diterbitkan minggu lalu.

“Ini bahaya yang lebih buruk dimana secara mudah diringkas oleh artikel Wikipedia, yang membantu mengutip literatur teknis yang relevan untuk disalahgunakan,” tambahnya.

Bahkan Esvelt melangkah lebih jauh untuk memperingatkan bahwa jutaan manusia dapat mengakses informasi tentang teknologi ini.

“Perhatikan ketidakhadiran kutipan yang disengaja dalam paragraf. Mengutip atau menghubungkan dengan informasi publik yang sudah ada, mungkin tidak berbahaya, tetapi setiap contoh berkontribusi pada tragedi memiliki rincian teknis yang benar-benar berbahaya menjadi mudah diakses oleh semua orang, ”ia memperingatkan.

“Mengingat bahwa hanya dibutuhkan satu ilmuwan yang bermaksud baik untuk melepaskan sebuah bahaya informasi teknologi dari botol metafora, mungkin bijaksana untuk mulai mendorong norma-norma peringatan di antara penulis, peninjau sejawat, editor, dan jurnalis.”

Akademi Nasional Ilmu Pengetahuan, Teknik, dan Kedokteran telah dilaporkan bertemu dengan Program Pertahanan Kimia dan Biologi Departemen Pertahanan untuk menilai kemungkinan ancaman yang ditimbulkan oleh biologi sintetis.

Untungnya, 178 negara yang menandatangani Konvensi Senjata Biologi dan Toksin setuju bahwa senjata biologis tidak memiliki tempat dalam peperangan modern. Sementara ancaman bahwa teroris dapat memanfaatkan teknologi membuat dan mendistribusikan virus akan sangat sulit tanpa ahli dan sumber daya yang signifikan.

# Ilmuwan Khawatir Virus Yang Membunuh Ratusan Juta Orang Dihidupkan Kembali

  • 3
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.