Jokowi: Hari Santri Merupakan Penghormatan Kepada Para Kiai, Alim Ulama Dan Santri

Jokowi: Hari Santri Merupakan Penghormatan Kepada Para Kiai, Alim Ulama Dan Santri

Jokowi: Hari Santri Merupakan Penghormatan Kepada Para Kiai, Alim Ulama Dan Santri
Twitter @KSP

REINHA.com – Tiga tahun yang lalu, Presiden Jokowi mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Sejak saat itu Indonesia memperingati Hari Santri setiap tanggal 22 Oktober.

Saat memberikan sambutan pada Apel Akbar Santri Nusantara, Presiden Jokowi mengatakan bahwa penetapan Hari Santri merupakan penghargaan kepada para kiai, alim ulama, santri, dan seluruh komponen bangsa yang mengikuti teladan kiai dan alim ulama.

Presiden Jokowi mengatakan, sejarah mencatat peran besar para ulama, kiai, santri dalam masa perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, menjaga NKRI, menjaga Bhinneka Tunggal Ika dan selalu memandu ke jalan kebaikan, ke jalan kebenaran, ke jalan kemajuan.

Presiden Jokowi menuturkan menjadi santri adalah menjadi Islam yang cinta bangsa, menjadi pribadi muslim yang religius, dan santri yang berakhlakul karimah sekaligus nasionalis sebagaimana diteladankan oleh para kyai dan para ulama.

“Saya sangat paham pada sikap kebangsaan para kiai dan santri saat dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Para kiai, para santri selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara sebagai yang pertama sesuai dengan tradisi kesantrian” kata Jokowi seperti yang dikutip dari Kantor Staf Presiden.

(Baca juga: Kenapa Harus Ada Hari Santri Tanggal 22 Oktober, Ini Kata Presiden Jokowi)

Presiden Jokowi bersyukur bangsa Indonesia dipandu tradisi kesantrian yang kuat, penghormatan tinggi kepada sesama manusia. Juga menjunjung tinggi prinsip hablum minallah dan hablum minannas, memaknai cinta tanah air sebagai bagian dari iman.

“Saya tahu santri tidak sulit mencintai agama sekaligus mencintai bangsa dan negara. Bahkan mencintai agama dan bangsa itu dilakukan secara bersama” kata Jokowi.

Lebih lanjut lagi presiden Jokowi mengatakan bahwa segala ragam perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia adalah anugerah yang diberikan Allah kepada yang harus terus disyukuri.

Perbedaan-perbedaan itu mengharuskan bangsa Indonesia untuk saling mengenal, saling menghargai, saling menghormati di antara kita, antarsuku, antaragama, antartradisi, antaradat, dan antarbahasa daerah yang berbeda-beda.

Oleh sebab itu, Jokowi mengingatkan jangan sampai ada saling ejek atau saling mencela di antara kita, karena aset terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan.

“Selalu saya sampaikan marilah kita jaga bersama-sama ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah agar persatuan, persaudaraan, dan kerukunan tetap ada di bumi NKRI” kata Jokowi.

Pada kesempatan tersebut juga presiden Jokowi menuturkan bahwa hampir setiap minggu dirinya berkunjung ke pondok pesantren. Hal tersebut ia lakukan untuk mengetahui program apa yang dibutuhkan dan perlu dikerjakan di pondok pesantren.

Saat memberikan sambutan pada Apel Akbar Santri Nusantara yang dihelat di Benteng Vastenburg, Kota Surakarta, Presiden jokowi bercerita mengenai beberapa program yang sudah dilakukan di pondok pesantren.

“Tahun ini telah dimulai beberapa program yang masuk pesantren. Ada bank wakaf mikro untuk ekonomi umat, memang baru kita mulai. Tahun ini juga kita coba balai latihan kerja di pondok-pondok pesantren, memang baru kita mulai” kata Jokowi.

Untuk program bank wakaf mikro, Presiden Jokowi mengatakan hingga saat ini baru dicoba di 33 pondok pesantren. Sementara untuk balai latihan kerja (BLK), baru dicoba di sekitar 50 pesantren.

“Tahun depan insyaallah kita perbanyak 1.000 balai latihan kerja di pondok pesantren. Dan kalau ini kita lihat bermanfaat dan bisa meningkatkan sumber daya manusia kita, tahun depannya insyaallah kita lipat gandakan lagi” kata Jokowi.

Berdasarkan hasil pengamatannya, presiden Jokowi mengungkap perbedaan kebutuhan ketika dia berkunjung ke pondok pesantren. Misalnya untuk balai latihan, pelatihan komputer, tetapi ada juga yang meminta meminta pelatihan fesyen dan garmen.

“Ya kita evaluasi apakah cocok atau tidak, benar atau tidak, sehingga bisa meningkatkan skill dari para santri dan banyak hal lain yang telah kita coba sehingga nanti ada kesimpulan bahwa yang benar kita harus melakukan ini”

“Ini tidak gampang, ini adalah pekerjaan besar yang memerlukan pemikiran bersama-sama di antara kita” kata Jokowi

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam Apel Akbar Santri Nusantara yang dihadiri puluhan ribu santri ini, yaitu Menteri Setneg Pratikno dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

# Jokowi: Hari Santri Merupakan Penghormatan Kepada Para Kiai, Alim Ulama Dan Santri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.