Jokowi: Pembebasan Tarif Tol Suramadu Untuk Memperbaiki Perekonomian Madura

REINHA.com – Presiden Jokowi mengatakan pemerintah pada hari Sabtu 27 Oktober 2018 secara resmi membebaskan tarif tol Jembatan Nasional Suramadu, jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa (Surabaya) dan Pulau Madura dengan panjang 5.438 meter.
“Pembebasan tarif tol ini semata-mata untuk membuat perekonomina di Madura berkembang dan meningkat” kata Jokowi.
(Baca juga: Fadli Zon: Koreksi BPS Atas Data Kementan Jawab Rumor Yang Berkembang Selama Ini)
Melalui akun Instagram miliknya Jokowi bercerita bahwa pernah ada perusahaan yang hendak berinvestasi untuk penanaman tebu di Madura, tapi kemudian urung dilaksanakan. Persoalannya adalah biaya transportasi dan logistik di Madura mahal.
“Inilah persoalan yang lama dihadapi Pulau Madura di Jawa Timur. Biaya logistik mahal. Tidak heran jika ketimpangan dan kemiskinan di sana berada di angka 16 – 23 persen, jauh lebih tinggi dibanding daerah Jawa Timur lainnya seperti Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo yang angka kemiskinannya hanya 4 – 6,7 persen.” Kata Jokowi.
Jokowi berharap dengan menjadikan jembatan Suramadu menjadi jalan non tol biasa maka pertumbuhan ekonomi Madura akan semakin baik, investasi semakin banyak, properti, turisme, semua akan berkembang dan menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.
# Jokowi: Pembebasan Tarif Tol Suramadu Untuk Memperbaiki Perekonomian Madura


