Rocky Gerung: Mengapa Kalian Memusuhi Kata “Dungu”

REINHA.com – Rocky Gerung, mantan dosen filsafat Universitas Indonesia, gerah dengan tingkah sebagian netizen yang kerap membully dirinya, dimana Rocky sering mengunakan kata “dungu” baik secara lisan maupun di media sosial (Twitter) miliknya.
Rocky Gerung merupakan salah satu pendiri Institut SETARA, sebuah lembaga pemikir demokrasi dan hak asasi, dan merupakan peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi.
(Baca juga: Fadli Zon: Tuduhan Terhadap Prabowo-Sandi Terkait Isu Palestina-Israel Menyesatkan)
Dalam peta perpolitikan Indonesia, Rocky Gerung dianggap sebagai mendukung kubu Prabowo-Sandi, walaupun tak jarang dirinya pun sering mengeluarkan kritik tanjam ke kubu Prabowo-Sandi.
Rocky Gerung dibeberapa kesempatan di TV, mengaku bahwa dirinya tidak berpihak pada siapapun di Pilpres 2019 nanti. Rocky lebih memilih mengkritik kubu Jokowi, karena menurut Rocky, Jokowi pantas dan harus dikeritik karena dia adalah Presiden Indonesia saat ini.
Mengenai kata “dungu”, Rocky Gerung menjelaskannya secara khusus melalui akun Twitternya Rabu (28/11). Berikut Tweet Rocky Gerung soal kata “dungu” dikutip REINHA.com di akun miliknya @rockygerung pada hari Kamis (29/11).
Dengan tagar (#dungu) Rocky mengatakan,
Mengapa kalian terus memusuhi kata “dungu”? Apakah dia mengancam kalian?
Sekali lagi, dungu itu bukan tentang “orang”. Dungu adalah soal “cara” berpikir.
Misalnya: Planga-plongo. itu bukan esensi dungu. Itu ekspresi kedunguan saja. Ekspresi cara berpikir.
Bila anda dibilang dungu, itu bukan evaluasi etis. Itu sepenuhnya pembuktian logis. Mengapa ngamuk?
Bila tak boleh ada kesimpulan “dungu”, berarti semua penalaran adalah benar? Lalu mengapa kalian masih di kolam?
Misalnya: menuntut pujian terhadap hal yg memang menjadi tugas dia. Itu logika dungu.
Misalnya: memakai index gini untuk mengklaim keadilan sosial. Itu dungu.
Misalnya: Naik angkot pake mahkota raja. Walaupun itu pilihan etis, tapi secara estetis itu dungu.
Misalnya: pro lingkungan, tapi mendorong ekspansi ekstraktif. Itu dungu.
Jadi, mengapa kalian memusuhi kata “dungu”, sambil terus memperbanyak ekspresinya? Ya dungu.
# Rocky Gerung: Mengapa Kalian Memusuhi Kata “Dungu”


