
REINHA.com – Menko Polhukam Wiranto mengimbau kepada pihak yang terlibat dalam pemilu untuk tidak menggunakan politik identitas. Karena politik identitas dapat memecah belah persatuan bangsa dan mengingkari kebhinnekaan Indonesia.
”Kita imbau agar jauhilah politik identitas karena kampanye inikan bukan mengadu suku, bukan mengadu agama, bukan mengadu status sosial tapi adu kompetensi, adu kualitas calon pemimpin” kata Wiranto dikutip dari akun Twitter Kemenko Pulhukam.
(Baca juga: TKN Jokowi Tuduh Kubu Prabowo Tolak Debat, Dahnil: Itu Palsu Alias Bohong)
Wiranto juga mengimbau partai politik sebagai salah satu pihak yang ikut bertanggung jawab dalam suksesnya pemilu, agar berkampanye dengan baik.
Kampanye boleh saja, tapi yang diadu adalah kualitas, kompetensi dan rekam jejak pemimpin, agar nanti bisa membangun satu kesuksesan dalam rangka memimpin tanah air.
Dalam tweetnya, Kemenko Polhukam menjelaskan bawah Presiden Joko Widodo mengarahkan agar setiap setiap elemen bangsa menjaga pemilu agar berjalan dengan damai, lancar dan sukses. Pemilu tidak boleh terganggu oleh hal-hal lain, atau satu kebijakan-kebijakan yang justru mengganggu suksesnya pemilu.
Pemerintah melalui Bawaslu dan Polri telah menganalisis daerah-daerah mana yang mempunyai tingkat kerawanan pemilu paling tinggi.
Pemerintah pun sudah mengidentifikasi kira-kira di soal apa kerawanan itu akan terjadi dan sudah bertahap mencoba menetralisirkannya.
“Sehingga pada saat nanti, hari H nya kita harapkan indeks kerawanan pemilu di semua daerah itu semuanya rendah. Artinya tidak akan ada satu ancaman yang cukup serius, cukup signifikan terhadap pelaksanaan pemilu” kata Wiranto.
# Wiranto Mengimbau Agar Politik Identitas Tidak Digunakan Dalam Pemilu


