Plastik Menimbulkan Ancaman Serius Bagi Kesehatan Manusia

Plastik Menimbulkan Ancaman Serius Bagi Kesehatan Manusia

Plastik Menimbulkan Ancaman Serius Bagi Kesehatan Manusia
Ilustrasi @Greenpeace

REINHA.com – Berdasarkan laporan dari CIEL (Center For International Environmental Law – Pusat Hukum Lingkungan Internasional) Plastik dan Kesehatan, kita tahu bahwa plastik memiliki efek berbahaya pada manusia dan sampai sekarang banyak dari kita yang kurang mengerti tentang hal itu.

Penggunaan plastik sebagai pengganti bahan tradisional, dan sebagai dasar untuk kategori bahan baru, telah tumbuh secara eksponensial sejak akhir Perang Dunia II, ketika produsen plastik mencari pasar konsumen baru untuk bahan yang dibuat dan fasilitas produksi yang dibangun untuk mendukung upaya perang.

Analisis terbaru dari semua plastik yang pernah dibuat memperkirakan bahwa produksi global plastik telah meningkat dari 2 juta metrik ton (Mt) pada tahun 1950 menjadi 380 juta Mt pada tahun 2015. Pada akhir 2015, 8.300 juta Mt plastik telah diproduksi .

(Baca juga: Penelitian: Alkohol Dapat Membantu Anda Berbahasa Asing Lebih Baik)

Secara signifikan, sekitar dua pertiga dari semua plastik yang pernah diproduksi telah dilepaskan ke lingkungan dan tetap ada dalam beberapa bentuk sebagai kotoran di lautan, sebagai mikro atau partikel nano di udara dan tanah pertanian, sebagai serat mikro dalam persediaan air, atau sebagai partikel mikro dalam tubuh manusia.

Ketika Perang Dunia II berakhir, plastik telah diproduksi dari campuran minyak, gas, dan sebagian besar batubara, sebagian besar tergantung pada ketersediaan dan biaya bahan baku utama. Rantai dan siklus hidup plastik berdampak pada kesehatan manusia, dan risikonya terhadap kesehatan manusia antara lain:

  1. Polusi udara. Penelitian menunjukkan bahwa pengembangan minyak dan gas menciptakan polusi udara, termasuk selama produksi, pemrosesan, transmisi dan penyimpanan – ketika dihirup, ini dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular dan penyakit yang menyerang pernapasan, seperti sesak napas, peradangan paru-paru, dan asma.
  2. Ozon. Polusi udara juga berdampak pada kesehatan masyarakat yang tinggal lebih jauh dari fasilitas minyak dan gas. Paparan kronis ozon di permukaan tanah dapat merusak fungsi paru-paru dan menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis berupa asma. Ini sangat membahayakan anak-anak, orang dewasa muda yang aktif menghabiskan waktu di luar rumah, orang-orang dengan kondisi pernapasan yang ada, dan orang tua.
  3. Dampak untuk komunitas. Polutan berbahaya yang dipancarkan dari minyak dan gas dapat berdampak pada sistem pernapasan, peredaran darah, reproduksi, kekebalan tubuh, neurologis, dan pencernaan, selain kulit dan mata.
  4. Kesehatan Mental dan Hak Asasi Manusia. Meskipun dampak dari ekstraksi minyak dan gas, transportasi, dan kesehatan mental adalah salah satu area penelitian yang kurang terwakili, penelitian menunjukkan bahwa, masyarakat yang tinggal di dekat ekstraksi minyak dan gas rentan terhadap dampak psikologis yang mengarah pada stres, trauma, dan ketidakberdayaan.
  5. Risiko untuk Anak-anak, Bayi, dan Wanita Hamil. Studi menunjukkan bahwa populasi yang rentan seperti anak-anak, bayi, dan wanita hamil sangat tinggi di daerah dengan produksi minyak dan gas yang ekspansif. Operasi pengeboran dan fracking minyak dan gas menggunakan dan memancarkan bahan kimia yang diketahui mengganggu sistem endokrin. Studi di Pennsylvania telah menemukan bahwa bayi dari ibu yang tinggal di dekat lokasi fracking memiliki risiko 40 persen peningkatan kelahiran prematur, dan indikator kesehatan bayi yang lebih buruk, dan berat lahir yang jauh lebih rendah. Studi berbasis di Colorado telah menemukan prevalensi cacat lahir pada otak, tulang belakang, dan sumsum tulang belakang serta cacat jantung bawaan yang lebih tinggi, dan tingkat leukemia yang lebih tinggi pada anak-anak dan remaja yang tinggal di daerah produksi minyak dan gas yang padat.
  6. Air. Bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam fracking dapat memasuki sumber daya air minum seperti dari tumpahan, penanganan air limbah yang tidak tepat, atau infrastruktur yang salah dan mengarah pada dampak negatif pada kesehatan manusia. Empat puluh dari 58 studi peer-review, kualitas air di dekat lokasi produksi minyak dan gas (sebanyak 69 persen) menunjukkan bukti kontaminasi air yang terkait dengan produksi minyak dan gas.

Empat dari enam polutan yang diperiksa terkait dengan produksi plastik seperti 1,3 butadiene, benzene, styrene, dan toluene. Banyak dari bahan kimia ini, serta yang lainnya yang dilepaskan melalui produksi plastik, menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan manusia karena mereka memiliki berbagai dampak yang dapat merusak kesehatan, termasuk kanker, dan sulit untuk dideteksi, karena beberapa tidak berwarna dan cenderung ringan sampai tidak berbau.

Walaupun plastik hanya digunakan sekali atau digunakan selama bertahun-tahun, namun penggunaan plastik dalam barang-barang konsumen dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia. Banyak bahan kimia yang digunakan dalam kemasan makanan juga digunakan dalam beragam produk konsumen lainnya. Sebagian besar orang terpapar tanpa sepengetahuan atau kesadaran mereka karena bahan kimia dalam plastik dan kemasan tidak muncul pada daftar bahan.

Dalam mengelola jumlah sampah plastik yang semakin meningkat, beberapa kota dan pemerintah, karena dipengaruhi oleh lobi yang kuat dari perusahaan-perusahaan pengelola limbah, beralih ke pembakaran sampah. Racun dari emisi, abu-abu yang berterbangan dan begitupun dengan abu hasil pembakaran tumpukan kayu bakar dapat terbang hingga jarak jauh dan tersimpan di dalam tanah dan air, akhirnya memasuki tubuh manusia setelah terakumulasi dalam tanaman dan hewan dalam rantai makanan.

Peradaban manusia sekarang dalam masa menghadapi meningkatnya beban polusi plastik. Ada banyak sumber plastik di lingkungan, termasuk limbah industri dan pertanian, partikel dari keausan ban mobil, debu, TPA, air limbah, dan sampah yang dibuang secara sembarangan. Plastik menyebarkan bencana di laut, air tawar, tanah,dan ke udara. Tidak hanya menyebabkan kerusakan, tetapi juga dapat memiliki konsekuensi negatif yang serius bagi ekosistem global dan kesehatan manusia.

# Plastik Menimbulkan Ancaman Serius Bagi Kesehatan Manusia

  • 5
    Shares

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.