Penelitian Mengidentifikasi “Senjata” Baru Dalam Memerangi Bakteri Yang Kebal Antibiotik

REINHA.com – Penelitian baru tentang mekanisme spesifik di mana bakteri mengembangkan resistansi terhadap antibiotik telah menghasilkan perubahan potensial untuk obat generasi berikutnya dan akan menjadi senjata yang memenangkan pertarungan dalam melawan resistensi antimikroba (AMR) pada bakteri.
Penelitian yang dipimpin oleh profesor Tony Maxwell menyelidiki antibiotik quinolone, yang digunakan untuk melawan berbagai infeksi bakteri termasuk TB (tuberkulosis).
(Baca juga: Seberapa Penting Mineral Untuk Tubuh)
Quinolone bekerja dengan cara menghambat enzim tertentu dalam bakteri yang mencegah mereka mereplikasi DNA dan mensintesis RNA, menghentikan mereka dan mematikan mereka di jalurnya. Quinolone digunakan secara luas dalam pengobatan modern.
Tapi di situlah letak masalahnya, karena resistensi bakteri tersebut dan pengobatan terkemuka lain di seluruh dunia, ada celah untuk mengobati banyak infeksi yang sangat parah.
Salah satu mekanisme resistensi, yang disebut pentapeptide repeat proteins (PRPs), dapat memberikan resistensi quinolone terhadap Mycobacterium tuberculosis, dalang bakteri di balik TB.
Penelitian dari John Innes Center, yang dipimpin oleh Maxwell, melakukan penyelidikan mendalam tentang PRP ini pada tingkat molekuler, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang mereka hadapi dan bagaimana mereka mungkin dapat menetralkannya.
(Baca juga: Penelitian: Wanita Zaman Perunggu Lebih Kuat Dan Mungkin Memegang Kekuasaan)
Mereka mengambil bentuk yang dimurnikan dari bakteri serupa, mycobacterium smegmatis, dan menemukan bahwa PRP yang disebut MfpA dapat mengganggu proses DNA yang penting bagi quinolone untuk secara efektif menargetkan enzim yang tepat dalam bakteri, sehingga melindungi bakteri dari serangan antibiotik.
“Kami percaya pemahaman ini akan membantu mendorong ide-ide baru untuk pengembangan antibiotik di kalangan akademisi dan peneliti di industri farmasi,” kata Maxwell.
Penelitian lebih lanjut akan mengembangkan model molekuler berdasarkan struktur MfpA untuk membuat molekul kecil dengan fungsi serupa, dengan tujuan untuk mencegah kolusi antara MfpA dan bakteri dan memungkinkan antibiotik generasi berikutnya untuk menghancurkan target mereka.
# Penelitian Mengidentifikasi “Senjata” Baru Dalam Memerangi Bakteri Yang Kebal Antibiotik



