
Pokemon Go, Game Paling Berbahaya Di Dunia?
REINHA.com – Para penggemar game di seluruh dunia saat ini sedang menggilai game smartphone baru bernama Pokemon Go. Game battle ini sukses memikat anak-anak hingga dewasa. Tapi game ini juga memunculkan banyak kekhawatiran dan ketakutan. Benarkan Pokemon Go kini dianggap sebagai game paling berbahaya di dunia?
Pokemon Go merupakan game berbasis augmented-reality yang membuat pemainnya harus berburu Pokemon di dunia nyata. Mereka yang bermain Pokemon Go akan berkeliling ke luar rumah, ke jalan-jalan, ke toko-toko, bahkan ke tempat-tempat yang asing bagi mereka, demi menangkap Pokemon.
Pekan lalu, seorang remaja di Amerika Serikat sedang berburu Pokemon di dunia nyata. Ia berjalan hingga ke sebuah danau, dan bukannya menemukan monster yang dicarinya, ia malah menemukan mayat mengambang di danau tersebut. Game keluaran Niantic ini juga telah dilaporkan menjadi penyebab sejumlah kecelakaan dan perampokan oportunistik di beberapa negara di dunia.
Seperti dilansir Dailymail, 11 Juli 2016, seorang wanita merasa khawatir game ini dapat menyebabkan tindak kejahatan para pedofil. Game ini dapat membuat pedofil menarik keluar anak-anak kecil tanpa pengawasan orang tua mereka.
Untuk membuktikan jika kekhawatirannya bisa saja terjadi, wanita ini kemudian melakukan eksperimen. Ia menempatkan ‘lure’ di lokasi tertentu sehingga membuat Pokemon muncul di posisi tersebut. Beberapa saat kemudian ia melihat sejumlah anak-anak tiba di lokasi tersebut tanpa ditemani orang tuanya.
“Seseorang bisa saja menggunakan game ini untuk tujuan jahat. Ada rasa persahabatan yang dibangun di sekitar game ini. Jika anak saya bermain game ini, ia pasti akan kehilangan rasa bahaya saat berada di tempat asing” komentar salah satu pengguna Pokemon Go.
“Mengingat sebagian besar pengguna merupakan anak-anak, dikhawatirkan game ini rentan dibajak oleh orang-orang yang mungkin ingin menyakiti mereka. Ketika membuat game-game ini perusahaan seharusnya mempertimbangkan potensi risiko untuk pengguna dan melakukan segala yang mereka bisa untuk memastikan aplikasi mereka tidak menempatkan pengguna dalam bahaya” ucap seorang ahli. (rsn-reinha)


