
Sejarah Kelam Leap Castle, Benteng Angker Di Irlandia
REINHA.com – Leap Castle dikatakan sebagai benteng paling berhantu di Irlandia, dan dianggap sebagai salah satu tempat paling menakutkan di dunia. Leap Castle memiliki serangkaian sejarah mengerikan sejak dibangun lebih dari 750 tahun yang lalu. Salah satu kisah paling mengerikan terjadi di ruang utama benteng yang kini dikenal sebagai ‘Bloody Chapel’ atau ‘Kapel Berdarah’.
Benteng ini diperkirakan telah dibangun sekitar tahun 1250 oleh klan Ely O’Carroll. Pada tahun 1532, kematian pimpinan klan, Mulrooney O’Carroll telah mengakibatkan sengketa kepemimpinan. Sengketa berakhir ketika Teige O’Carroll meneriakkan ritus suci dan menghunuskan pedang ke belakang imam yang juga kakaknya sendiri, Thaddeus O’Carroll.
Imam Thaddeus terluka parah dan tewas di atas altar di depan seluruh keluarganya. Sejak itu arwah dari Imam Thaddeus dipercaya menghantui Kapel Berdarah dan dianggap sebagai salah satu hantu pertama yang menghuni Leap Castle.
Pembunuhan kejam lain juga terjadi kastil tua ini di sekitar tahun 1500-an, pembunuhan ini dianggap sebagai salah satu pembunuhan paling berbahaya. Saat itu sekitar 40 anggota klan McMahon disewa oleh klan O’Carroll untuk melatih metode perang.
Anggota McMahon menghadiri pesta di Leap Castle dalam perayaan kemenangan O’Carroll melawan musuh di medan perang. Dalam pesta tersebut O’Carroll meracuni makanan para tentara untuk menghindari pembayaran atas jasa McMahon. Hantu para tentara McMahon dikatakan menghantui Leap Castle hingga hari ini.
Pada tahun 1922 seorang pekerja di Leap Castle menemukan perangkap rahasia di balik dinding di sudut Kapel Berdarah. Ketika mereka menjelajahi lubang gelap yang mengarah ke bawah, mereka menemukan puluhan kerangka manusia di atas paku kayu di sebuah ruangan serupa penjara.
Diyakini di penjara rahasia itu klan O’Carroll membunuh musuh atau tamu tak diundang yang datang ke Leap Castle. Korban dijatuhkan melalui perangkap tersebut hingga paru-paru mereka tertusuk oleh paku kayu yang ada di bawah, korban dibiarkan mati dengan mengerikan.
Di tahun 1600-an kepemilikan Leap Castle diteruskan ke keluarga Darby ketika putri kepala suku O’Carroll jatuh cinta dengan Kapten Darby. Selama Perang Saudara Inggris, anak mereka Jonathan Darby menyembunyikan sejumlah besar harta di Leap Castle. Dua pegawai yang membantunya menyembunyikan harta kemudian dibunuh untuk menjaga rahasia.
Jonathan kemudian dipenjarakan karena pengkhianatan. Dan ketika ia dibebaskan, ia tidak dapat menemukan harta karunnya. Hingga sekarang harta karun tersebut tidak juga ditemukan. Selama abad ke-18, cicit Jonathan, yang juga bernama Jonathan Darby, untuk pertama kali merenovasi benteng dan memberikan penampilan Gothic.
Leap Castle dihancurkan pada tahun 1922 oleh IRA saat keluarga Darby tinggal di Inggris. Benteng itu tergeletak dalam reruntuhan hingga pada tahun 1991 dibeli oleh pemilik yang sekarang, Sean dan Anne Ryan. Sean memulihkan kondisi benteng dan menjadi tuan rumah yang ramah bagi orang-orang yang penasaran dengan keangkeran Leap Castle.
Sean mengaku sering melihat penampakan arwah-arwah penghuni Leap Castle. Awalnya penampakan dan suara-suara di Leap Castle membuat keluarga Sean merasa terganggu. Namun kini arwah-arwah dan keluarga Sean di Leap Castle telah mampu hidup berdampingan dengan bahagia. (ciaranmchugh/rsn-reinha)


