Penelitian: Implan Sel Otak Babi Kurangi Gejala Parkinson

Penelitian: Implan Sel Otak Babi Kurangi Gejala Parkinson

REINHA.com – Penyakit Parkinson yang banyak menyerang orang di usia tua hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Namun sebuah penelitian dari para ilmuwan yang bekerja untuk perusahaan bioteknologi Selandia Baru, menunjukkan bahwa gelaja Parkinson dapat dikurangi dengan menggunakan implan sel babi.

Parkinson disebabkan oleh rusaknya sel-sel saraf di bagian otak yang yang memproduksi dopamin. Dopamin berfungsi sebagai utusan antara bagian-bagian otak dan sistem saraf yang membantu mengontrol dan mengkoordinasikan gerakan tubuh. Jika dopamin di otak kurang, maka akan menyebabkan gerakan tubuh menjadi lambat dan tidak normal lalu timbullah gejala penyakit parkinson.

Hingga saat ini belum ditemukan obat maupun terapi yang dapat menyembuhkan Parkinson, namun beberapa cara telah dilakukan untuk mengurangi gejalanya. Salah satunya yaitu dengan memberikan obat yang bekerja mirip dengan dopamin yaitu apomorphine, pramipexole, ropinirole dan rotigotine. Obat-obat itu hanya mampu mengurangi gejala dalam waktu singkat, sedangkan kondisi pasien Parkison semakin lama semakin parah.

Oleh karena itu, Living Cell Technologies, perusahaan bioteknologi yang berbasis di Auckland, Selandia Baru, saat ini sedang mengembangkan pengobatan Parkinson dengan cara mengekstrak sel penghasil dopamin. Sel tersebut didapat dari pleksus koroid yang ada pada otak babi. Koroid adalah sekelompok saraf dan pembuluh yang menghasilkan cairan serebrospinal.

Dalam penelitian terbaru mereka, sel otak babi tersebut ditanamkan ke otak sekelompok orang yang menderita Parkinson. Implan sel otak babi dibungkus dalam lapisan khusus yang terbuat dari rumput laut untuk mencegah respon autoimun yang bisa menyerang sel lain. Setiap implan berukuran hanya setengah millimeter dan mengandung sekitar 1.000 sel otak babi.

Implan sel otak babi sangat menjanjikan untuk penyembuhan Parkinson di masa yang akan datang. Namun ada kekhawatiran tentang transplantasi hewan ke manusia, terutama yang berkaitan dengan virus yang tidak aktif, yang disebut retrovirus endogen babi, yang dapat bersembunyi dalam DNA babi dan dapat menciptakan penyakit baru.

Walaupun begitu hal ini belum terjadi pada perawatan sel pankreas babi yang digunakan pada pasien diabetes. .Para ilmuwan mencoba menghapus virus ini dari genom babi dengan menggunakan teknik pengeditan gen CRISPR. (rt/rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.