
Hina Korut Di Mata Dunia, Kim Jong-un: AS Akan Membayar Mahal Atas Ucapan Trump
REINHA.com – Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho mengatakan bahwa Pyongyang sedang mempertimbangkan untuk menguji sebuah bom hidrogen di atas Samudera Pasifik. Langkah tersebut dikatakan sebagai tanggapan terhadap Washington yang meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Korea Utara.
Pada tanggal 3 September, Pyongyang mengklaim telah melakukan uji coba bom H pertamanya, dan mengatakan bahwa uji coba itu berjalan dengan sempurna.
“Ini bisa menjadi ledakan bom H-yang paling kuat di Pasifik,” kata Ri, seperti dikutip oleh agen Korea Selatan Yonhap.
Usulan tersebut muncul saat Ri diminta untuk mengklarifikasi pernyataan terbaru Kim Jong-un, dimana pemimpin Korea Utara tersebut bersumpah untuk membalas dendam terhadap Presiden AS Donald Trump karena telah menghina dia dan negaranya “di depan mata dunia” dengan mengancam ” untuk menghancurkan “Korea Utara.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh agen KCNA Korea Utara Kim menjanjikan bahwa AS akan “membayar mahal” atas ucapan Trump di Majelis Umum PBB. (Baca juga: Donald Trump Juluki Kim Jong Un Sebagai Rocket Man)
Kim kemudian mengatakan bahwa “apapun yang diharapkan Trump, dia akan menghadapi hasil di luar dugaannya.”
Dalam pidatonya di sidang 72 Majelis Umum PBB pada hari Selasa, Trump mengancam untuk “menghancurkan” Korea Utara. Trump bahkan mengejek Kim dengan menyebutnya sebagai “Rocket Man” dalam sebuah “misi bunuh diri untuk dirinya sendiri.”
Pyongyang mengecam ucapan Trump, menyamakan ancamannya dengan “suara anjing menggonggong.” (Baca juga: Korea Utara: Trump Pikir Kami Gentar Dengan “Gonggongan Anjingnya”)
Pernyataan Trump juga mendapat sorotan dari Kanselir Jerman Angela Merkel.
“Saya menentang ancaman seperti itu,” kata Merkel pada hari Rabu, mendesak pemimpin AS tersebut untuk fokus pada cara diplomatik untuk menyelesaikan krisi…” dan mengatakan apa yang dibuat pimpinan AS tersebut sama sekali tidak pantas.”
Kritik Jerman tampaknya jatuh di telinga yang tuli, dimana Trump kembali menulis ke Twitter pada hari Jumat dengan mengatakan Kim Jong-un “jelas orang gila.”
Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan pada hari Jumat bahwa meskipun ketegangan konflik dengan Korea Utara meningkat, upaya diplomatik tetap berlanjut.
“Kami sangat tertantang namun upaya diplomatik kami terus berlanjut,” kata Tillerson dalam sebuah wawancara dengan ABC. “Kami telah menempatkan sanksi ekonomi terkuat yang pernah ada terhadap Kim Jong-un,” tambahnya.
Sementara itu, Rusia bersikukuh bahwa perundingan diplomatik mungkin satu-satunya cara untuk mengatasi ketegangan di Semenanjung Korea. (jmw-reinha)


