
Korea Utara Mengatakan Ancaman Terbaru Trump adalah Deklarasi Perang
REINHA.com – Diplomat tertinggi Korea Utara mengatakan pada hari Senin bahwa pernyataan presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap pimpinan Korea Utara Kim Jong Un “tidak akan lama lagi” adalah “sebuah deklarasi perang” terhadap negaranya.
Menteri Luar Negeri Ri Yong Ho mengatakan kepada wartawan bahwa apa yang disebut “deklarisi perang” oleh Trump memberi “hak” kepada Korea Utara di bawah piagam PBB untuk membela diri, melakukan tindakan penanggulangan “termasuk hak menembak jatuh pesawat pembom Amerika Serikat bahkan saat mereka belum berada di dalam batas wilayah udara Korea Utara” (Baca juga: Lavrov: AS Tidak Akan Menyerang Karena Korut Memiliki Senjata Nuklir)
Ini bukan pertama kalinya Korea Utara berbicara tentang sebuah deklarasi perang antara kedua negara. Pada bulan Juli 2016, Pyongyang mengatakan bahwa sanksi A.S. terhadap Kim adalah “sebuah deklarasi perang.”
Ri merujuk Senin pada tweet Trump pada hari Sabtu yang mengatakan: “Baru saja mendengar Menteri Luar Negeri Korea Utara berbicara di U.N. Jika dia menggemakan pemikiran Little Rocket Man, mereka tidak akan lama lagi!”
Trump juga menggunakan “Rocket Man” sebagai referensi untuk mengejek Kim dalam pidatonya di Majelis Umum U.N pada 19 September. (Baca juga: Hina Korut Di Mata Dunia, Kim Jong-un: AS Akan Membayar Mahal Atas Ucapan Trump)
“Amerika Serikat memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar, namun jika dipaksa untuk mempertahankan diri atau sekutu-sekutunya, kita tidak punya pilihan selain menghancurkan Korea Utara secara total,” kata Trump kepada para pemimpin dunia. “Rocket Man sedang dalam misi bunuh diri untuk dirinya sendiri dan untuk rezimnya.”
Kim menanggapi pernyataan presiden A.S, sambil melemparkan serangkaian penghinaan pada Trump dan memanggilnya “mentally deranged U.S. dotard,” sebuah kata untuk menggambarkan orang tua yang berpikiran lemah.
Trump menanggapi dengan tweet dengan mengatakan Kim “jelas orang gila yang tidak keberatan kelaparan atau membunuh bangsanya.” Kim membalas bahwa Trump akan “membayar mahal” karena ancamannya untuk menghancurkan Korea Utara.(jmw-reinha)


