
Harga Minyak Melonjak Sebabkan Mata Uang Rusia Menguat
REINHA.com – Sebagai produsen minyak nomor satu di dunia, Rusia memiliki keuntungan sendiri saat harga minyak mentah merangkak naik. Seperti saat ini, harga minyak mentah Brent mencapai level tertinggi dalam 26 bulan terakhir, mata uang Rubel Rusia mengalami penguatan.
Patokan harga minyak Brent yang digunakan untuk harga campuran Ural Rusia, hampir mencapai $ 60 per barel sebelum turun ke harga $ 58,68 pada hari Selasa, 26 September 2017. Lonjakan mencapai angka lebih dari $ 3 dibandingkan pekan sebelumnya. Sedangkan minyak West Texas Intermediate diperdagangkan dengan harga mendekati $ 52 per barel.
Tingginya lonjakan harga minyak Brent menyebabkan Rubel Rusia melonjak lebih dari sepuluh persen terhadap dolar dalam 52 minggu terakhir. Menjadikan Rubel tetap menjadi mata uang terkuat di dunia dalam 12 bulan terakhir.
Tom Adshead, seorang konsultan di Makro-Advisory, mengatakan kepada RT bahwa ada beberapa faktor selain tingginya harga minyak Brent di balik menguatnya Rubel belakangan ini.
“Alasan utama kekuatan rubel tahun ini adalah masuknya investasi portofolio, terutama di pasar pendapatan tetap. Mereka tertarik dengan imbal hasil tinggi pada obligasi Rubel. Ini memungkinkan Rubel tetap kuat sekalipun ada kelemahan harga minyak” ucap Tom.
“Secara umum ekonomi Rusia menjadi kurang bergantung pada minyak, karena sektor lain tumbuh, terutama sektor jasa. Minyak kemungkinan akan menopang Rubel untuk saat ini, tapi kami memperkirakan beberapa kelemahan Rubel menjelang akhir tahun, seiring arus investasi portofolio yang berbalik” lanjutnya. (rt/rsn-reinha)


