
Kasus Kanibal Paling Mengerikan, Pelaku Paksa Korban Memakan Korban Lainnya
REINHA.com – Pasangan kanibal asal Rusia yang baru-baru ini ditangkap dengan tuduhan telah membunuh dan memakan lebih dari 30 orang, ternyata hanyalah satu dari serangkaian kasus kanibal yang menghebohkan di negara tersebut.
Pada tahun 1996, Aleksandr Spesivtev, seorang penderita sizofrenia yang saat itu berusia 26 tahun, ditangkap dengan tuduhan melakukan penculikan, pemerkosaan dan penyiksaan terhadap sekitar 82 orang yang sebagian besar masih anak-anak. Dengan bantuan dari ibunya, pria ini juga melakukan praktek kanibalisme yang sangat mengerikan.
Di hari tertangkapnya Aleksandr, ibu Aleksandr memikat tiga orang gadis untuk datang ke apartemen mereka dengan cara meminta korban membantunya membawa tas belanja.
(Baca juga: 30 Orang Telah Dimakan Pasangan Kanibal Rusia, Bagaimana Cerita Tentang Pasangan Ini?)
Setelah ketiga gadis masuk ke dalam rumah, Aleksandr membunuh salah satu dari mereka dan memasak dagingnya menjadi sup. Dua gadis yang lain dipaksa untuk membantunya melepaskan daging dari tulang belulang teman mereka. Setelah sup matang, mereka dipaksa untuk memakan sup daging manusia tersebut.
Tersisa satu korban yang belum terbunuh saat seorang warga mendatangi apartemen Aleksandr untuk memeriksa kebocoran pipa air. Aleksandr menolak membukakan pintu, membuat warga tersebut curiga dan melaporkan Aleksandr ke pihak berwajib.
Polisi kemudian menangkap Aleksandr dan ibunya. Saat polisi datang, korban terakhir bernama Olya, masih hidup meski dalam kondisi luka parah setelah disiksa. Olya sempat memberikan kesaksian sebelum akhirnya meninggal akibat luka yang dideritanya.
Aleksandr awalnya mengaku membunuh 19 orang, termasuk 6 anak laki-laki yang direkrutnya untuk “mencuri” di apartemennya sendiri. Namun polisi menemukan 82 set pakaian korban di apartemennya. Polisi juga menemukan foto-foto dari anak-anak yang disiksa.
Aleksandr saat ini berada dalam fasilitas kejiwaan dengan keamanan tinggi. Sementara ibunya telah keluar dari penjara sejak tahun 2008 dan tinggal di pedesaan bersama putrinya. (rt/rsn-reinha)


