
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Rusia Akan Segera Beroperasi Di Turki
REINHA.com – Salah satu proyek energi utama Rusia dengan Turki, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Akkuyu, dikabarkan akan selesai dan dioperasikan lebih lebih cepat waktu yang diperkirakan sebelumnya. Hal tersebut disampaikan sendiri oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis, 28 September 2017.
“Kami berharap dapat membangun dan meluncurkan Unit One dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Akkuyu dalam jangka waktu yang lebih singkat” ucap Putin setelah menghadiri pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan..
Dia menambahkan bahwa hal ini akan memerlukan upaya terkoordinasi dari kedua belah pihak, termasuk penerbitan semua perizinan, dokumen, dan lisensi yang dibutuhkan dengan tepat waktu.
Proyek senilai $ 20 miliar ini merupakan PLTN pertama di Turki yang bertujuan untuk mengembangkan kapasitas pembangkit listrik sendiri. PLTN Akkuyu akan menyediakan 17 persen kebutuhan listrik negara. Akkuyu diperkirakan memungkinkan kota Ankara mengurangi biaya pembangkit listrik untuk konsumen.
Rusia dan Turki menandatangani kesepakatan untuk membangun dan mengoperasikan PLTN di tahun 2010. Pabrik tersebut akan memiliki empat reaktor berkapasitas 4.800 MW, dan masa kerja 60 tahun.
Menurut Putin, proyek Akkuyu dan aliran pipa gas alam Turkish Stream dibahas secara rinci selama pembicaraannya dengan Erdogan. Kedua pemimpin baru-baru ini menghadiri upacara tersebut untuk memulai pembangunan bagian dalam laut Turkish Stream.
“Semua pekerjaan di proyek sedang dilakukan sesuai dengan jadwal. Kami siap memberi mereka dorongan untuk proyek tersebut” ucap Erdogan, menambahkan bahwa kedua negara bertujuan untuk membawa perdagangan bilateral tahunan menjadi $ 100 miliar.
Putin juga mencatat kemajuan signifikan dalam kerjasama ekonomi dan pariwisata, dengan mengatakan bahwa jumlah turis Rusia yang memilih Turki sebagai tujuan liburan mereka meningkat 11 kali lipat menjadi 2,5 juta orang. (rt/rsn-reinha)


