Ledakan Bom Di Somalia, 189 Orang Tewas

Ledakan Bom Di Somalia, 189 Orang Tewas

REINHA.com – Dua ledakan bom mobil terjadi di Mogadishu, ibukota Somalia, Afrika Timur, pada Sabtu, 14 Oktober 2017. Ini merupakan serangan teroris paling mematikan dalam sejarah Somalia karena menewaskan sedikitnya 189 orang dan melukai lebih dari 200 orang.

Ledakan pertama terjadi di dekat Hotel Safari, dekat dengan Kementerian Luar Negeri Somalia. Beberapa jam kemudian, ledakan kedua terjadi di distrik Madina, Mogadishu.

Menurut polisi, area ledakan terletak di pusat keramaian kota di mana kantor pemerintah, hotel, restoran, dan toko berada.

Hingga saat ini, tercatat korban tewas sebanyak 189 orang, namun diduga jumlah ini akan bertambah. Sementara itu lebih dari 200 orang mengalami luka bakar, banyak di antara korban yang mengalami luka bakar parah hingga sulit dikenali lagi.

Serangan tersebut terjadi hanya dua hari setelah kepala Komando Afrika-Amerika Serikat datang ke Mogadishu untuk bertemu dengan presiden Somalia, Mohamed Abdullahi Mohamed.

Belum ada kelompok teroris yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, serangan serupa yang sebelumnya terjadi di Somalia dilakukan oleh militan dari kelompok pemberontak ekstremis Islam Al-Shabaab.

Kelompok tersebut menguasai Mogadishu dari tahun 2006 sampai Agustus 2011, ketika pasukan Uni Afrika dan Somalia mendorong mereka keluar dari ibukota. Para ekstremis telah melancarkan serangan reguler ke kota tersebut sejak tahun 2011.

Al-Shabaab telah berulang kali menargetkan pangkalan militer dan komunitas di bagian selatan dan tengah negara tersebut.

Insiden paling mematikan dalam dekade terakhir ini sampai sekarang adalah serangan Al-Shabaab terhadap kompleks menteri Pemerintahan Transisi Federal di Mogadishu pada tahun 2011. Ketika itu pelaku bom bunuh diri mengendarai sebuah truk yang berisi bahan peledak masuk ke area gedung tersebut, menewaskan sedikitnya 100 orang. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.