
Terinspirasi Gurita, Ilmuwan Ciptakan Kamuflase 3D Pada Robot
REINHA.com – Seekor gurita bisa berkamuflase menyerupai rumput laut atau batu karang dengan mengubah warna dan tekstur kulitnya, sehingga hampir tidak terlihat di lingkungannya. Terinspirasi dengan hewan laut ini, ilmuwan telah menciptakan kulit sintetis yang dapat membuat robot berkamuflase layaknya seekor gurita.
Periset telah menciptakan bentuk kulit sintetis cephalopoda yang dapat berubah dari permukaan datar dua dimensi (2D) ke permukaan tiga dimensi (3D) dengan benjolan dan lubang. Dilaporkan lewat jurnal Science, teknologi ini suatu hari nanti bisa digunakan di robot lunak, yang biasanya tertutup oleh “kulit” yang melengkung.
“Robot yang disamarkan mungkin bisa bersembunyi dan terlindungi dari serangan hewan dan mungkin lebih baik mendekati hewan untuk mempelajari mereka di habitat alaminya” tulis Cecilia Laschi, seorang profesor biorobotics di Institut BioRobotics, Sekolah Studi Lanjutan Sant’Anna, Italia, dalam artikel di edisi terbaru jurnal Science.
“Tentu saja, kamuflase juga dapat mendukung aplikasi militer, di mana mengurangi visibilitas robot sehingga memberikannya keuntungan dalam mengakses daerah berbahaya” tulis Laschi.
Para periset, yang dipimpin oleh James Pikul dari Universitas Pennsylvania dan Robert Shepherd dari Cornell University, mengambil inspirasi dari benjolan 3D, atau papilla dari gurita dan sotong yang dapat mengembang dalam waktu sepersejuta detik dengan menggunakan otot untuk menyamarkan keberadaan mereka.
Pelengkap papila dalam robot lunak adalah kantong udara, atau “balon”, di bawah kulit silikon. Seringkali, kantong ini meningkat pada waktu yang berbeda di tempat yang berbeda untuk menghasilkan penggerak pada robot. Dalam penelitian baru, inflasi robot ini sudah selangkah lebih maju. Studi ini didanai oleh Laboratorium Penelitian Angkatan Darat A.S. (rsn-reinha)


