Gempa 7,3 SR Di Iran Dan Irak, 140 Orang Tewas

REINHA.com – Gempa besar berkekuatan 7,3 skala richter melanda wilayah perbatasan Iran dengan Irak pada hari Minggu, 12 November 2017, malam waktu setempat. Hingga saat ini jumlah korban tewas mencapai lebih dari 140 orang dan lebih dari 800 orang mengalami luka-luka. Jumlah korban diperkirakan masih akan terus bertambah.
Menurut USGS, pusat gempa terjadi di sekitar 25 km di bawah permukaan. Awalnya gempa dilaporkan berkekuatan 7,2 skala richter. Namun peninjauan kembali menemukan bahwa gempa berkekuatan 7,3 skala richter.
Wakil direktur unit manajemen krisis Iran mengatakan ada setidaknya 141 orang tewas dalam bencana tersebut dan sekitar 866 orang menderita luka-luka. Namun jumlah tersebut belum pasti karena proses evakuasi masih berjalan.
“Tidak ada angka yang akurat karena jumlah korban terus meningkat. Beberapa rumah penduduk ambruk. Kami tidak tahu apakah ada orang di dalamnya” ucap Walikota kota Darbandikhan, Nasih Mala Hassan.
(Baca juga: Video Dan Foto Kerusakan Akibat Gempa Bumi Beruntun Di Ambon)
TV pemerintah Iran melaporkan bahwa setidaknya delapan desa rusak akibat gempa tersebut. “Gempa tersebut dirasakan di beberapa provinsi Iran yang berbatasan dengan Irak. Delapan desa rusak, listrik telah terputus di beberapa desa dan tim penyelamat telah dikirim ke daerah tersebut” kata laporan tersebut.
Sedikitnya 60 orang tewas dan lebih dari 200 lainnya cedera di provinsi Kermanshah, Iran. Setidaknya empat orang meninggal di wilayah Kurdistan Irak, menurut menteri kesehatan Kurdi. Sedikitnya 50 orang terluka di kota Darbandikhan di provinsi Sulaymaniyah saja, menurut juru bicara distrik pinggiran kota, Iqbal Mohammed.
Deputi gubernur provinsi Kermanshah mengatakan bahwa wilayahnya menghadapi “kekurangan dokter,” mengatakan bahwa mereka yang membutuhkan operasi harus dipindahkan ke ibukota daerah, ILNA melaporkan.
Para warga Iran-Irak dan sekitarnya melaporkan melalui media sosial bahwa mereka merasakan guncangan hingga ke Baghdad dan Mosul. Beberapa telah berbicara tentang merasakan getaran di Kuwait. (Lihat videonya di sini)
Presiden Iran Hassan Rouhani telah memimpin Kementerian Dalam Negeri negara tersebut dengan menangani “sesegera mungkin kebutuhan penduduk daerah barat negara itu, yang terkena dampak gempa”. Masa berkabung selama tiga hari telah diumumkan di Provinsi Kermanshah, Iran. (rsn-reinha)


