700 Mayat ISIS Disimpan Di Libya Sejak Tahun 2016

700 Mayat ISIS Disimpan Di Libya Sejak Tahun 2016

700 Mayat ISIS Disimpan Di Libya Sejak Tahun 2016
Jasad kelompok negara Islam (IS) disimpan di wadah berpendingin di sebuah kamar mayat – Mahmud Turkia / AFP

REINHA.com – Ratusan mayat militan ISIS yang terbunuh telah disimpan di kamar mayat sementara di Libya sejak tahun 2016. Mayat-mayat tersebut dimasukkan ke dalam kantong mayat dan disimpan ke dalam wadah berpendingin di kamar mayat darurat Misrata, Libya.

Ada sekitar 700 mayat militan ISIS yang disimpan di dalam beberapa kontainer di kamar mayat darurat Misrata, sejak bulan Desember tahun lalu. Mereka dimasukkan ke dalam kontainer pada suhu yang cukup rendah untuk mencegah dekomposisi. (Baca juga: Trump Dan Putin Sepakat Untuk Kalahkan ISIS Di Suriah)

Mayat disimpan di dalam kantong mayat yang telah diberi nomor dan diklasifikasikan. Masing-masing mayat memiliki file dan sampel DNA, yang memungkinkan kewarganegaraan mereka teridentifikasi. Sebagian besar mayat tersebut berasal dari pejuang asing yang datang dari luar negeri untuk berperang bersama ISIS.

700 mayat itu milik para jihadis yang dibunuh ketika ISIS diusir dari kota pesisir Sirte, benteng terakhir ISIS di Libya. Mayat-mayat tersebut masih menunggu keputusan mengenai bagaimana nasib mereka.

“Kami tidak tahu apakah negara telah menghubungi jaksa agung (Libya) untuk mengembalikan jenazah warga negaranya, namun sejauh yang kami ketahui tidak ada yang datang ke sini untuk mencoba mengidentifikasi mayat tersebut” ucap Ali Tuwaileb, seorang pria yang bertanggung jawab atas fasilitas tersebut.

Tuwaileb mengatakan bahwa semua berkas diserahkan ke kantor jaksa agung di Tripoli untuk memutuskan di mana mayat akan dikuburkan. Mayat tersebut sebagian besar berasal dari Tunisia, Mesir, Sudan, dan beberapa orang Libya. Namun sejauh ini, tidak ada keluarga yang datang untuk mengklaim mereka sebagai keluarga atau orang yang mereka kenal.

Dari 700 mayat ISIS disimpan di Libya sejak tahun 2016 ini, menurut Tuwaileb awalnya ada sekitar 1.500 hingga 2.000 mayat jihadis di Sirte. Mereka tidak memiliki cukup kontainer untuk menyimpan semua mayat tersebut. Sementara itu banyaknya mayat yang membusuk di tempat terbuka, memicu kekhawatiran akan adanya epidemi di kalangan penduduk setempat.

Karena itu banyak mayat yang dikuburkan di pemakaman darurat, bahkan ada yang dikuburkan di lubang kuburan yang digali oleh para jihadis itu sendiri. Ratusan mayat militan ISIS lainnya ditinggalkan di bawah reruntuhan bangunan di Sirte.

Tuwaileb menambahkan bahwa beberapa perusahaan yang meminjamkan kontainer berpendingin itu ingin kontainer mereka dikembalikan. “Setiap kali mereka meminta kontainer mereka dikembalikan, saya memberitahu mereka bahwa mereka bisa mengambilnya jika mereka mau, tapi bersama dengan isinya” gurau Tuwaileb.

Pejuang ISIS hampir sepenuhnya diusir oleh pasukan pemerintah baru yang didukung PBB Libya, yang melancarkan serangan pada bulan Mei. Namun, beberapa pemimpin daerah percaya bahwa pertempuran melawan ISIS masih jauh dari kata ‘berakhir’.

Pekan lalu, Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi memperingatkan bahwa kekalahan ISIS di Irak dan Suriah kemungkinan telah memaksa militan untuk mencari tempat yang aman di Libya.

# 700 Mayat ISIS Disimpan Di Libya Sejak Tahun 2016 (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.