Tepati Janjinya, Saad al-Hariri Kembali Ke Lebanon

REINHA.com – Setelah mengejutkan negaranya dan negara-negara lainnya di Timur Tengah, Perdana Menteri Lebanon, Saad al-Hariri tepati janjinya untuk kembali ke Lebanon. Pada hari Selasa, 21 November 2017, Hariri melakukan perjalanan ke Beirut.
Pernyataan pengunduran diri yang dibuat Hariri saat dia berada di Riyadh, Arab Saudi, sekitar 2 minggu yang lalu telah memicu sebuah krisis politik internasional yang melibatkan Perancis dan Amerika Serikat.
Pengunduran diri tersebut tidak diterima oleh Presiden Lebanon, Michel Aoun. Juru bicara presiden menyampaikan bahwa Aoun akan mempertimbangkannya setelah Hariri kembali ke Lebanon.
Hariri meninggalkan Arab Saudi dan datang ke Paris pada hari Sabtu untuk memenuhi undangan Presiden Perancis Emmanuel Macron, yang berjanji akan membantu mengatasi krisis tersebut.
Hariri kemudian bertolak ke Beirut melalui Mesir dan Siprus pada hari Selasa, sesuai dengan janji yang diucapkannya saat berada di Paris.
(Baca juga: Hariri Umumkan Akan Kembali Ke Lebanon Dalam Beberapa Hari)
“Saya akan pergi ke Beirut dalam beberapa hari mendatang. Saya akan berpartisipasi dalam perayaan Hari Kemerdekaan Lebanon (pada hari Rabu, 22 November 2017), dan di sanalah saya akan mengetahui posisi saya mengenai hal-hal ini setelah bertemu dengan Presiden Michel Aoun” ucapnya kepada wartawan saat berada di Paris.
Setibanya di Beirut, Hariri segera mendatangi makam ayahnya, mantan Perdana Menteri Lebanon, Rafiq Hariri, untuk berdoa. Setelah itu dia pulang ke rumahnya di Beirut tengah.
Hariri diharapkan untuk datang dan bertemu dengan Presiden Aoun dan Ketua Parlemen Nabih Berri pada parade hari kemerdekaan keesokan harinya yaitu pada hari Rabu, 22 November 2017.
Hariri memimpin sebuah pemerintahan koalisi dengan lawan-lawan politiknya di kelompok militan Hizbullah ketika dia mengejutkan Lebanon dengan mengumumkan pengunduran dirinya pada 4 November 2017. Dia menuduh Hizbullah menahan sandera Lebanon dan mengisyaratkan ada komplotan yang mengancam keselamatannya.
Hal ini menyebabkan beberapa orang berspekulasi bahwa pernyataan tersebut dibuat di bawah tekanan Arab Saudi. Hariri juga dituduh telah ditahan oleh Arab Saudi. Namun Hariri membantah tuduhan tersebut.
# Tepati Janji, Saad al-Hariri Kembali Ke Lebanon (rsn-reinha)


