Berita Hoax Merajalela, Bagaimana Cara Penyebarannya?

REINHA.com – Akhir-akhir ini, Indonesia dipenuhi dengan berbagai berita dan informasi yang salah (hoax). Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan, karena kebanyakan netizen (pengguna internet) tidak mengecek kebenaran dari berita tersebut, netizen biasanya langsung membagikan berita tersebut ke media sosial yang mereka punya tanpa peduli apa efek bagi orang lain yang membaca berita tersebut.

Ada beberapa ciri netizen yang senang sekali membagikan berita hoax ini.

  • Pertama akun yang dia gunakan adalah akun asal jadi, asal buat dan biasanya dia tidak menggunakan foto miliknya. Foto yang dia gunakan adalah foto yang dia ambil secara acak di internet.
  • Yang kedua adalah akun yang dibuat, hanya untuk menyebarkan berita bohong, akun itu hampir sama dengan akun yang pertama diatas, bedanya berita atau informasi yang dia sebarkan berasal dari web/blog yang dia miliki.
  • Yang ketiga adalah akun real, akun ini biasanya aktif mengambil berita dari akun pertama atau kedua atas dasar ketidak sukaan dia terhadap orang atau lembaga yang diberitakan.

Uniknya ketiga jenis akun netizen yang menyebarkan berita hoax ini, kadang saling berhubungan atau dengan kata lain mereka berteman di media sosial.

Lalu bagaimana cara penyebaran berita hoax ini?

  • Pertama, penyebar hoax memiliki akun asal jadi seperti pada ciri netizen poin pertama dan poin kedua.
  • Kedua, penyebar hoax memiliki banyak blog atau web.
  • Yang ketiga dia mengumpulkan orang dengan ciri netizen pada poin ketiga.
  • Setelah tiga poin diatas terpenuhi, penyebar hoax kemudian menyiarkan berita hoaxnya melalui blog atau web yang dia miliki.
  • Membagikan berita dengan akun dengan ciri netizen pertama dan kedua.
  • Jika sudah menyebar luas, blog atau web yang dijadikan media untuk menyebarkan berita hoax tersebut dinonaktifkan untuk sementara.
  • Terakhir penyebar hoax aktif di blog atau web lainnya, sambil mengamati perkembangan berita hoax yang dia buat.

Sampai saat ini REINHA.com belum bisa menemukan bukti, apa yang menjadi tujuan dari penyebaran berita hoax ini.

Namun sebagian dari mereka (penyebar berita hoax) bisa dikatakan hanya untuk mencari jumlah pengunjung, dari berita hoax yang mereka sebarkan.

Ini bisa dibuktikan dengan melihat blog atau web yang menyebarkan berita hoax tersebut. Blog atau web akan dibiarkan saja tanpa ada berita lain, jika iklan yang dipasang disana tidak berjalan atau dengan kata lain dibanned. Biasanya blog atau web ini menggunakan iklan dari Google Adsense.(jmw-reinha)