Lima Kesalahan Yang Dilakukan Orangtua Saat Anak Sakit

Lima Kesalahan Yang Dilakukan Orangtua Saat Anak Sakit

Lima Kesalahan Yang Dilakukan Orangtua Saat Anak Sakit
Ilustrasi anak sakit – (Dok:Chlid)

REINHA.com – Orangtua terkhususnya para ibu seringkali melakukan kesalahan saat anaknya jatuh sakit. Kesalahan itu merupakan buah dari kepanikan.

Selain panik, kesalahan yang dilakukan orangtua tersebut merupakan sebuah kebiasaan turun temurun dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah atau biasa dilakukan oleh orangtua saat anaknya sakit.

(Baca juga: Lima Penyakit Yang Sering Terjadi Pada Anak Dan Cara Mencegahnya)

Berikut lima kesalahan yang dilakukan orangtua saat anak sakit.

1. Demam

Demam merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan kuman penyakit yang menyerang sistem imun. Dalam menghadapi anak yang demam, hendaknya orangtua tidak boleh melakukan hal-hal ini :

• Mengompres dengan air dingin atau alkohol.

Air dingin yang digunakan untuk mengompres tubuh akan membuat suhu disekitar tubuh menjadi dingin sehingga pusat pengatur suhu dalam otak akan menangkap sinyal ini dan menaikkan suhu tubuh (anak akan bertambah panas).

• Menggunakan pakaian dan selimut tebal hanya akan membuat proses pengeluaran panas tubuh menjadi terhambat.

• Memberikan obat penurun panas tanpa takaran atau dosis yang sesuai (tidak sesuai anjuran dan petunjuk dokter).

2. Mimisan

Arti dari mimisan yaitu keluarnya darah dari salah satu atau kedua lubang hidung yang diakibatkan oleh pecahnya kumpulan pembuluh darah (pleksus kiesselbach). Sangat rentan terjadi pada anak – anak dengan penyebab yang bervariasi seperti trauma (cedera) hidung, masuknya benda asing, infeksi, perubahan cuaca, penyakit darah (leukimia atau hemofilia). Dalam penanganannya pun sering kali salah dilakukan. Bila terjadi mimisan, orangtua sering menyuruh anaknya untuk mendongakkan kepala agar darahnya tidak keluar lagi, namun cara ini justru dapat membahayakan si anak karena darah dapat mengalir ke tenggorokan sehingga anak bisa muntah, dan bila darah masuk ke kerongkongan sampai ke paru-paru, si anak dapat mengalami aspirasi atau tersedak.

3. Luka Bakar

Anak – anak usia dini memiliki keingintahuan yang lebih pada hal-hal yang belum pernah mereka lihat, temui dan rasakan. Memainkan korek api, memegang wajan / panci yang panas, tidak sengaja menyenggol gelas berisi air panas, bahkan memakan makanan yang masih panas. Luka bakar pun menjadi hal yang rentan terjadi. Jangan pernah mengobati luka bakar dengan pasta gigi, mentega, ataupun minyak karena bisa memperparah luka dan mengakibatkan infeksi.

4. Patah Tulang

Meskipun zaman semakin maju dan modern, namun masih banyak orang melakukan kesalahan pada penanganan patah tulang. Masih adanya kepercayaan mengobati tulang yang patah dengan cara diurut. Sesungguhnya hal ini adalah salah karena dapat mencederai syaraf lainnya, memperparah peradangan, mengganggu struktur tulang, sendi, ligamen maupun tendon sehingga bisa menurunkan fungsi dari tulang yang mengalami cedera.

5. Cacar Air

Cacar air atau chicken pox adalah suatu penyakit menular yang menyerang kulit yang disebabkan oleh virus varicella zooster. Sesungguhnya terdapat kesalahan yang dilakukan orangtua saat anak menderita cacar air. Tidak boleh mandi merupakan kesalahan yang sering sekali dilakukan karena bisa memperlambat proses penyembuhan. Sebaliknya, penderita cacar air justru dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan diri, karena semakin baik higienitas atau kebersihan diri si anak maka sistem imun atau kekebalan tubuh akan semakin meningkat.

# Lima Kesalahan Yang Dilakukan Orangtua Saat Anak Sakit (jmw-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.