Bentrok Di Palestina, Dua Orang Terbunuh Dan Puluhan Terluka

REINHA.com – Sedikitnya dua orang Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel saat demonstrasi yang menarik ribuan orang untuk turun ke wilayah tersebut. Situasi tetap “sangat tidak stabil”, kata wartawan Russia Today dari lokasi bentrokan yang berjalan sengit.
Korban tewas dalam bentrokan terbaru dilaporkan terjadi di Jalur Gaza selatan, menurut Reuters mengutip seorang juru bicara kementerian kesehatan Palestina. Orang-orang Palestina terbunuh dalam baku tembak dengan Israel, katanya, menambahkan bahwa sekitar 120 lainnya terluka oleh amunisi dan peluru karet.
(Baca juga: Tentang Yerusalem, Turki Ejek Tanggapan Lemah Dari Beberapa Negara Arab)
Sekitar 2.000 orang Palestina memprotes di perbatasan Gaza dengan Israel untuk mengungkapkan kemarahan atas keputusan AS mengenai kota suci yang diperebutkan tersebut. Di Tepi Barat, sekitar 1.700 demonstran berhadapan dengan pasukan Israel.
Selama ‘demontarsi’ terbaru, ‘para pengunjuk rasa membakar ban, melemparkan batu dan menghadapi pasukan Israel di tujuh kota yang diduduki Tepi Barat dan di Yerusalem Timur. Bentrokan sengit juga meletus di jalan-jalan Betlehem, tempat kelahiran Yesus, hanya dua hari sebelum perayaan Natal.
Situasinya “sangat tidak stabil” di Tepi Barat, kata Paula Slier dari Russia Today.
Melaporkan dari pemukiman Israel Beit El. Slier dan krunya harus berlindung di sebuah pompa bensin, dengan tentara Israel menembakkan peluru dan peluru karet, serta menembaki granat setrum dan gas air mata pada demonstran Palestina di dekatnya. Beberapa ambulans dengan sirene yang menggelegar bisa dilihat dan didengar, saat kendaraan lapis baja Israel datang ke daerah tersebut.
(Baca juga: Assad: Barat Memiliki Tangan “Berlumur Darah” Di Suriah)
“Kami tidak akan menghentikan protes ini. Mereka mengambil tanah kita dan negara-negara Arab tidak berbuat apa-apa, “kata seorang demonstran kepada RT.
Demonstrasi harian, yang secara teratur mengakibatkan bentrokan dengan kekerasan, sejak pengumuman Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, setidaknya sepuluh orang Palestina terbunuh dan puluhan lainnya terluka oleh pasukan Israel, menurut pejabat kesehatan Palestina.
Amnesty International mengatakan pada hari Jumat, meminta pihak berwenang Israel untuk berhenti menggunakan “kekuatan yang berlebihan.”
# Bentrok Di Palestina, Dua Orang Terbunuh Dan Puluhan Terluka (jmw-reinha)


