Mengenal Apa Itu Reaksi Hipersensitivitas

Mengenal Apa Itu Reaksi Hipersensitivitas

Mengenal Apa Itu Reaksi Hipersensitivitas
@u-report

REINHA.com – Gabungan sel, molekul dan jaringan yang berperan dalam resistensi terhadap infeksi disebut sistem imun. Sistem imun diperlukan tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidup.

Namun ada juga kondisi dimana sistem kekebalan tubuh keliru dan bereaksi berlebihan sehingga menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan. Hal ini disebut hipersensitivitas.

(Baca juga: Mengenal Selulitis, Gejala dan Terapi)

Berdasarkan mekanisme dan waktu yang dibutuhkan untuk reaksi, hipersensitivitas terbagi menjadi empat tipe, yaitu tipe I, tipe II, tipe III, dan tipe IV.

• Hipersensitivitas tipe I

Dimana tubuh seseorang mengalami reaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya (alergen). Waktu yang diperlukan untuk mengalami reaksi hipersensitivitas bervariasi dari 15-30 menit hingga 10-20 jam.

Manifestasi klinik yang dapat terlihat yaitu berupa :

1. Urtikaria (biduran)
2. Rhinitis dengan gejala berupa bersin, hidung tersumbat atau berair dan gatal.
3. Asma
4. Anafilaksis yaitu reaksi alergi berlebihan yang dapat menyebabkan kematian (sulit bernapas, wajah membengkak, tekanan darah turun secara drastis).

• Hipersensitivitas tipe II

Jenis tipe ini dikenal juga dengan reaksi hipersensitivitas citotoksik yang artinya sel normal secara keliru dimusnahkan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri.

Reaksi tipe ini antara lain:

1) Destruksi sel darah merah akibat reaksi transfusi
2) Penyakit anemia hemolitik
3) Reaksi obat
4) Dan kerusakan jaringan pada penyakit autoimun

• Hipersensitivitas tipe III

Merupakan reaksi alergi yang dapat terjadi karena deposit yang berasal dari kompleks antigen antibodi (kompleks imun) yang berada di jaringan. Hal ini ditandai dengan timbulnya inflamasi atau peradangan. Jejas akibat kompleks imun dapat bersifat sistematik jika kompleks tersebut terbentuk dalam sirkulasi mengendap dalam berbagai organ. Penyakit yang bisa disebabkan oleh reaksi tipe ini seperti lupus eritematous, GNAPS.

(Baca juga: Perlukah Berjalan 10.000 Langkah Tiap Hari?)

• Hipersensitivitas tipe IV

Jenis tipe ini disebut reaksi hipersensitivitas yang tertunda (tipe lambat) karena reaksinya relatif lebih lama dibanding tipe-tipe lain.

Contoh dari tipe ini berupa kontak dermatitis, tes tuberkulin, dan berbagai bentuk reaksi hipersensitivitas akibat obat-obatan.

# Mengenal Apa Itu Reaksi Hipersensitivitas

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.