Beritakan Tersangka MCA Sebagai Ahokers, JawaPos Minta Maaf

REINHA.com – Netizen dihebohkan dengan informasi bahwa tersangka kasus MCA adalah Ahokers (merujuk pada simpatisan Ahok – Jokowi) hal ini diperkuat dengan berita yang diterbitkan oleh jawapos yang berjudul “Nah, Tersangka Muslim Cyber Armi Ternyata Ahoker.”
Informasi ini pun menjadi bahan perdebatan dan perbincangan hangat di media sosial. Jawapos merujuk pada akun anonim twitter yang mengatakan bahwa salah satu anggota MCA Muhammad Luth adalah ahokers. Akun anonim tersebut menyertakan akun @Cak_Luth sebagai orang yang dimaksudkan sebagai Muhammad Luth.
Salah satu pengguna Twitter @PartaiSocmed, membantah hal tersebut dan mengatakan kalau @Cak_Luth bukanlah Muhammad Luth.
(Baca juga: Fahri Hamzah: Lapor Pak Jokowi Ada Yang Adu Domba Kita)
Tak segan-segan akun @PartaiSocmed menuduh Jawapos merupakan media mainstream yang turut menyebarkan berita hoax.
“Kali ini penyebarluasan hoax bahwa tersangka MCA adalah pendukung Ahok juga melibatkan media mainstream sekelas @jawapos. Jangan bilang Jawa Pos khilaf tidak lakukan cross check. Dari bahasanya jelas Jawa Pos merupakan bagian dari upaya jahat penyebaran fitnah ini!.”

Tidak lama kemudia akun @Cak_Luth pun berkicau merdu, dan membantah segala tuduhan tersebut.
Terkait dengan informasi hoax ini, Jawapos pun melakukan klarifikasi. Redaksi jawapos meminta maaf karena artikel tersebut telah menimbulkan kegaduhan. Berikut klarifikasi lengkap dari jawapos.
Terima kasih atas respon pembaca atas artikel di JawaPos.com terkait Muslim Cyber Army dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diunggah pada Minggu (4/3). Redaksi JawaPos.com meminta maaf karena artikel tersebut telah menimbulkan kegaduhan akibat dari proses jurnalistik yang tidak sesuai dengan standar JawaPos.com.
Berdasarkan peninjauan internal redaksi, ditemukan fakta bahwa editor terburu-buru dalam mengunggah artikel tersebut. Sehingga, mengabaikan standar yang ditentukan terutama terkait dengan cover bothside. Termasuk, untuk selektif dalam mencari narasumber karena telah menjadikan akun anonim sebagai rujukan utama.
JawaPos.com menyadari kesalahan itu, dan telah melakukan evaluasi secara internal. Tidak hanya terhadap personil yang telah melakukan kesalahan. Tetapi juga seluruh tim untuk memastikan kesalahan serupa tidak lagi terjadi. Berita terkait juga kami putuskan untuk dihapus. Terima kasih kepada pembaca telah menjadi bagian untuk membuat JawaPos.com menjadi lebih baik.
Pemimpin Redaksi JawaPos.com
Dhimas Ginanjar
# Beritakan Tersangka MCA Sebagai Ahokers, JawaPos Minta Maaf (jmw-reinha)


