Mengkhawatirkan, 20 Puluh Ekor Penyu Ditemukan Mati Di Kalimantan Barat

REINHA.com – Sebanyak 20 ekor penyu ditemukan dalam keadaan mati di pesisir Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia mengatakan kejadian tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), dimana hanya dalam tempo waktu dua bulan 20 ekor penyu tersebut ditemukan mati.
WWF Indonesia bersama tim Flying Vet Indonesia, BPSPL Pontianak, dan BKSDA Kalimantan Barat, telah melakukan nekropsi pada 7 bangkai penyu tersebut. Berdasarkan hasil nekropsi, ditemukan material berwarna hitam pekat menyerupai tar aspal pada saluran pencernaan. Selain itu, tim tersebut juga melakukan observasi cepat di pantai dan perairan Paloh, dimana ditemukan sampah plastik di sepanjang garis pantai, serta cemaran material hitam dan padat seperti yang ditemukan pada pencernaan penyu-penyu tersebut.
(Baca juga: Kasus Novel Baswedan Masih Kabur, Dahnil Anzar: Mereka Takut)
Drh. Dwi Suprapti yang berada di lokasi menyampaikan bahwa ada indikasi penyu-penyu tersebut mengalami keracunan berat dan mengakibatkan kematian.

Dalam waktu terpisah, WWF-Indonesia serta tim Flying Vet Indonesia juga menemukan penyu yang terdampar hidup namun dalam keadaan kritis.
Walaupun tim telah melakukan tindakan perawatan, namun penyu tersebut akhirnya mati. Setelah dilakukan nekropsi, diketahui bahwa terdapat gumpalan makroplastik pada lambung yang menyumbat saluran cerna sehingga penyu tersebut mati akibat malnutrisi.
# Mengkhawatirkan, 20 Puluh Ekor Penyu Ditemukan Mati Di Kalimantan Barat (Jmw-reinha)


