Protes Janji Jokowi, Mama Papua Buat Petisi

Protes Janji Jokowi, Mama Papua Buat Petisi

Protes Janji Jokowi, Mama Papua Buat Petisi
Screenshot petisi mama Jeni

REINHA.com – Sebuah petisi dilayangkan oleh seorang ibu di Papua untuk Presiden Indonesia. Dalam petisi tersebut Ibu Jeni atau yang disapa mama Jeni, mengatakan bahwa dirinya senang bisa bersalaman langsung dengan Presiden Jokowi.

Mama Jeni menceritakan bahwa sangat sulit mama-mama di Papua berjuang mendapatkan tempat untuk berjualan. 15 tahun mereka terus berpindah-pindah tempat, karena pasar yang ditempati tak diakui pemerintah.

Di tahun 2014, Jokowi memberikan harapan baru untuk mereka. Jokowi berjanji akan menyediakan tempat (pasar) untuk mama-mama Papua.

(Baca juga: GOPAC Luncurkan Buku Panduan, Fadli Zon Katakan Ke KPK Penataan Keuangan Parpol Penting)

Namun sayangnya, pelaksaan tak sebaik niat Jokowi. Dalam pembangunan pemerintah tidak melibatkan mereka. Pemerintah datang tunjuk sini, tunjuk sana, seakan-akan gedung itu “dipinjamkan” pada kami. Padahal perjuangan mama-mama sudah belasan tahun untuk hak ini, ungkap mama Jeni dalam petisi tersebut.

Berikut isi lengkap petisi yang dibuat mama Jeni untuk Presiden Indonesia Joko Widodo yang dikutip dari change.org.

Pak Presiden, sa Mama Jeni. Salah satu mama yang bertemu bapak berapa minggu lalu di pasar mama-mama, Jayapura. Senangnya bisa bersalaman dengan Pak Jokowi langsung! Sayangnya, sa tak sempat bicara banyak. Padahal banyak yang ingin sa sampaikan.

Perjuangan mama-mama untuk dapat pasar ini tak mudah, tak baru. 15 tahun kami terus pindah-pindah, tak diakui pemerintah. Selama itu, oleh aparat (baik tentara, polisi, atau Satpol PP) kami sering dibongkar, dikejar-kejar, bahkan disiram kotoran manusia.

Karena itu saat 2014 Pak Jokowi bilang akan sediakan tempat untuk kami, kami pu harapan baru.

Sayangnya, sejak itu pelaksanaan, tak sebaik niat Pak Jokowi untuk kami, mama-mama pasar. Dalam pembangunannya, kami tak pernah dilibatkan. Pemerintah datang, tunjuk sini, tunjuk sana, seakan-akan gedung itu “dipinjamkan” pada kami. Padahal perjuangan mama-mama sudah belasan tahun untuk hak ini.

Hasilnya, ya tak mengejutkan. Gedung sudah jadi tahun 2016, tak bisa kami pakai sampai 2 tahun kemudian. Kapasitas gedung pun tak cukup untuk semua pedagang. Ada 70an pedagang yang tak dapat tempat. Tempat cuci mencuci saja tak ada; kami harus ambil air di kamar mandi.

Satu lagi, Pak Jokowi. Sejak peresmian bulan lalu, lantai 4 saat ini dikunci oleh kemenBUMN, dan dijaga oleh Polisi Militer. Pernah lihatkah pak, pasar yang dijaga polisi militer? Padahal Pak, lantai 4 itu sebelumnya kami gunakan untuk anak-anak kami bimbingan belajar.

Pak Jokowi, yang sa lihat dari TV, Pak Jokowi paling tak suka yang namanya birokrasi yang menyulitkan rakyat. Tolong bantu selesaikan masalah ini.

Memperjelas status hukum pasar, dengan mempercepat surat hibah dari kemenBUMN ke Pemkot. Agar status kami tak “numpang” terus.  Menyelesaikan semua fasilitas yang belum memadai dalam gedung baru, dan libatkan kami dalam kordinasinya. Membuka kembali lantai 4, agar anak-anak kami bisa kembali belajar di situ.

Dengan itu, niat baik Pak Jokowi bisa betul-betul berbuah, jadi hidup yang baik untuk mama-mama pasar Jayapura.

# Protes Janji Jokowi, Mama Papua Buat Petisi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.