Fahri Hamzah: Siapa Mereka, Bercadar Dan Berjenggot Tapi Tidak Mengerti Islam

Fahri Hamzah: Siapa Mereka, Bercadar Dan Berjenggot Tapi Tidak Mengerti Islam

Fahri Hamzah: Siapa Mereka, Bercadar Dan Berjenggot Tapi Tidak Mengerti Islam
Fahri Hamzah – Twitter

REINHA.com – Aksi teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo dikecam oleh semua lapisan masyarakat di tanah air. Tidak berkemanusian, biadab dan tak beragama begitulah gemuruh amarah yang lontarkan masyarakat Indonesia untuk para pelaku teror ini.

Lantas siapakah mereka, pelaku teror ini….? Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam beberapa tweet diakun Twitter miliknya mempertanyakan hal tersebut, siapa mereka.?

Menurut Fahri pelaku teror ini mengganggap dirinya sebagai pembela agama namun sebenarnya tidak paham tentang agama. Yang wanita menggunakan cadar, pria menggunakan celana cingkrang tetapi tidak mengerti Islam.

(Baca juga: Terkait Serangkaian Aksi Terorisme, Ini Himbauan Polri Untuk Masyarakat)

Berikut beberapa tweet dari Fahri Hamzah dengan hastag #SiapaMereka yang dikutip reinha.com dari akun Twitter milinya.

“Mereka menganggap diri membela agama; tapi mereka tidak paham agama, umumnya mereka tidak punya ulama, tidak punya maroji’ (rujukan), tidak bermazhab, tidak paham bahasa Arab, tidak punya organisasi, sosial atau politik, juga tidak pernah haji atau umroh.”

“Mereka, setelah meninggal biasanya baru terungkap; hidupnya tertutup, jarang bergaul, jika perempuan bercadar, dikenal sebagai orang biasa saja, dan lain-lain identitas yang intinya adalah bahwa ia “punya dunia sendiri” yg tidak pernah tidak terlacak.”

“Tapi katanya perempuan mereka bercadar, lelaki mereka memakai celana Cingkrang, berjenggot, jidatnya hitam, dll. Tetapi mereka tidak mengerti Islam; menyerang rumah ibadah, membunuh ibu dan Anak2 dan semua hal yg dilarang dalam perang dan damai.”

“Memang mudah menumbuhkan jenggot, Gak usah dicukur, atau berpakaian untuk mengelabui manusia, tapi Allah maha tahu. Sebab jika memang mereka ingin mati sebagai syuhada, mengapa menyerang tempat yg diharamkan agama? Mengapa tak menunggu mati di bulan suci?”

(Baca juga: Paus Fransiskus Berdoa Untuk Korban Teror Bom Di Surabaya)

“Jangankan syariat dalam perang sementara syariat dalam hidup yang Damai aja mereka Gak paham. Sehingga mereka bukan orang Islam, mereka robot yang diprogram untuk misi merusak nama agama Islam secara simbolik.”

“Betulkah mereka robot? Saya ingin menceritakan robot lain: “Suatu hari George Bush Jr, menyerang Iraq dan membunuh Saddam Husen serta membuat perang sipil dan pengungsian yg mengorbankan jutaan jiwa dengan alasan fiktif: senjata pemusnah massal.”

Sebelumnya pihak Kepolisian mengatakan bahwa pelaku bom di Surabaya adalah kelompok dari Jemaah Ansharud Daulah atau yang dikenal dengan nama JAD.

JAD dibentuk pada 2015 silam oleh 21 organisasi teror yang mendeklarasikan kesetiaan pada Islamic State, seperti Majelis Indonesia Timur dan Barat, Ikhwan Mujahid Indonesi fil Jazirah al-Muluk, Khilafatul Muslimin, dll. Sejak itu organisasi ini sudah berulangkali melancarkan serangan di tanah air.

Ketika masih dipimpin Aman Abdurrahman, JAD bertanggungjawab atas serangan bom Thamrin dan Kampung Melayu, bom di Polres Surakarta, penyerangan Mapolres Banyumas, bom panci di Bandung, baku tembak di Tuban, Jawa Timur, penyerangan pos kepolisian di Banten dan pengeboman Gereja Oikumene di Samarinda.

Dalam aksinya JAD berulangkali menggandeng organisasi teror lain, Jamaah Ansharut Tauhid alias JAT yang merupakan kelompok pecahan Jemaah Islamiyah.

# Fahri Hamzah: Siapa Mereka, Bercadar Dan Berjenggot Tapi Tidak Mengerti Islam

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.