Rupiah Kian Terpuruk, Fadli Zon: Pemerintah Gagal Menjaga Martabat Bangsa

Rupiah Kian Terpuruk, Fadli Zon: Pemerintah Gagal Menjaga Martabat Bangsa

Rupiah Kian Terpuruk, Fadli Zon: Pemerintah Gagal Menjaga Martabat Bangsa
Nilai tukar Rupiah ke Dollar AS (09/05) – BI

REINHA.com – Harga nilai tukar Rupiah Indonesia ke Dollar AS terus merangkak naik, dari 14.036 menjadi 14.074 per 1 Dollar AS. Melemahnya nilai tukar rupiah ini menurut Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon harus mendapat perhatian serius.

Fadli Zon mengatakan, meskipun selalu disangkal oleh pemrintah, dirinya menilai Indonesia saat ini berada di tahap awal krisis, dimana pemerintah gagal dalam menjaga stabilitas rupiah.

Nilai tukar memiliki efek domino yang sangat besar dalam struktur perekonomian kita. Dalam periode Februari hingga Maret 2018 saja, misalnya, kita menghabiskan sekitar US$2 miliar devisa untuk menyelamatkan rupiah. Itupun ternyata tak sanggup mencegah rupiah jatuh ke angka Rp.14.000 per dollar, ucap Fadli Zon.

(Baca juga: Kerusuhan Di Mako Brimob, Lima Orang Polisi Dan Satu Tahanan Tewas)

Fadli Zon menuturkan dalam catatanya, selama pemerintahan Presiden Jokowi mulai dari kuartal empat 2014 hingga kini, rupiah terdepresiasi sebesar 13 persen. Kemungkinan kita akan terus mengalami tren penurunan.

Kondisi ini jauh sekali dari apa yang dulu pernah dijanjikan pada 2014. Sebagai catatan, nilai tukar rupiah saat ini 38 persen lebih rendah dari janji kampanye dulu. Ini menunjukkan perhitungan pemerintahan sekarang jauh dari realistis. Dan pemerintah gagal menjaga rupiah kita.

Oleh karena ini Fadli Zon berharap pemerintah harus bersikap transparan mengenai risiko yang tengah dihadapi. Sikap itu diperlukan agar kita bisa mengambil langkah tepat mengantisipasi terjadinya krisis ekonomi yang lebih dalam.

“Jangan berdalih indikator makroekonomi kita cukup baik dengan modal argumen bahwa indikator perekonomian negara-negara lain saat ini jauh lebih buruk dari kita” kata Fadli.

Lebih lanjut lagi Fadli Zon mengatakan 41 persen utang Indonesia ada dalam denominasi mata uang asing. Artinya, perubahan kurs rupiah atas mata uang bersangkutan akan mempengaruhi posisi utang secara keseluruhan.

Menurut data Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan per 31 Desember 2017 lalu, dari total utang sebesar Rp3.938,45 triliun.

Utang dalam denominasi rupiah adalah sebesar 59%, dollar Amerika 29%, Yen Jepang 6%, Euro 4%, SDR IMF 1%, dan lainnya sebesar 1%. Jadi, utang kita yang berdenominasi valuta asing sebear 41%, baik dalam bentuk pinjaman, SBN (Surat Berharga Negara), maupun SBN Syariah.

Turunnya nilai tukar rupiah jelas akan berpengaruh terhadap beban pembayaran utang, baik bunga utang maupun cicilan jatuh tempo. Ujungnya, APBN kita akan semakin terbebani pembayaran utang.

Fadli Zon pun mengatakan turunnya nilai tukar rupiah berimbas pada turunnya tingkat kepercayaan terhadap pemerintah. Hal itu terbukti dengan adanya lelang SUN (Surat Utang Negara) selama tiga kali berturut-turut namun tak pernah mencapai target.

“Nilai tukar mata uang pada dasarnya mewakili martabat sebuah bangsa. Dan sejauh ini pemerintahan Presiden Jokowi terbukti gagal menjaga martabat mata uang kita” ujar Fadli Zon.

# Rupiah Kian Terpuruk, Fadli Zon: Pemerintah Gagal Menjaga Martabat Bangsa

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.