Bentrokan Petani Dan Penggembala Di Nigeria Tewaskan 86 Orang

REINHA.com – Bentrokan sengit antara petani dan penggembala ternak di negara bagian Plateau, Nigeria, menewaskan setidaknya 86 orang. Beberapa laporan mengatakan bentrokan dimulai pada hari Kamis, 21 Juni 2018 dan bertambah parah pada hari Sabtu, 23 Juni 2018.
Bentrokan berawal ketika petani etnis Berom menyerang penggembala Fulani dan menewaskan 5 orang penggembala Fulani. Tewasnya 5 orang penggembala Fulani menyebabkan serangan balasan pada hari Sabtu.
Serangan antara 2 kelompok tersebut menewaskan 86 orang dan melukai sedikitnya 6 orang. Selain korban jiwa, ada sedikitnya 50 rumah, 15 sepeda motor dan dua mobil yang terbakar.
Daerah ini memang dikenal memiliki sejarah kekerasan selama puluhan tahun, antara dua kelompok etnis yang bersaing untuk mendapatkan lahan. Namun baru-baru ini, benturan antar kelompok mengalami peningkatan hingga menghasilkan tindakan-tindakan brutal.
(Baca juga: Dituduh Mengubah Manusia Menjadi Kambing, Pria Nigeria Dikeroyok Warga)
Di wilayah tengah Nigeria ini, komunitas pertanian menetap dengann penggembala ternak nomaden sering berbenturan, biasanya atas akses tanah dan hak penggembalaan. Bentrokan-bentrokan ini telah meletus menjadi peperangan antar-komunal, menewaskan ribuan orang pada tahun lalu.
Selain masalah wilayah, konflik juga disebabkan masalah perbedaan agama. Di mana etnis penggembala Fulani kebanyakan Muslim, sedangkan etnis petani Berom kebanyakan Kristen.
Tapi tidak jelas mengapa lonjakan kekerasan ini terjadi sekarang. Presiden Nigeria telah berulang kali menyalahkan eskalasi peningkatan senjata api dari Libya.
Yang lain menyalahkan kegagalan pasukan keamanan di sebuah negara yang sibuk memerangi dua pemberontakan, Boko Haram di utara dan militan di daerah penghasil minyak di selatan.
Pemerintah negara bagian Plateau mengatakan jam malam akan diberlakukan antara 18:00-06:00 waktu setempat di Riyom, Barikin Ladi dan Jos Selatan, untuk mencegah berlanjutnya kerusakan hukum dan ketertiban.
# Bentrokan Petani Dan Penggembala Di Nigeria Tewaskan 86 Orang (rsn-reinha)


