Di Israel, Gus Yahya Katakan Hormati Palestina Sebagai Negara Merdeka

REINHA.com – Berbicara di forum yang diprakarsai oleh America Jewish Commitee (AJC) Global Forum di Yerusalem, Katib Aam (Sekjen) Suriyah PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa kedaulatan Palestina sebagai negara merdeka harus dihormati.
“Saya berdiri di sini untuk Palestina, saya berdiri di sini atas dasar bahwa kita semua harus menghormati kedaulatan Palestina sebagai negara merdeka,” tegas Gus Yahya, Ahad (10/6) saat dikonfirmasi NU Online usai menjadi pembicara dalam kegiatan diskusi yang diprakarsai oleh America Jewish Commitee (AJC) Global Forum di Yerusalem, sebagaimana dilansir NU Online, Senin (11/6/2018).
Gus Yahya juga menjelaskan perihal peran aktif Indonesia dan Nahdlatul Ulama (NU) bagi keberlangsungan kehidupan sebuah bangsa di level global. Hal ini merupakan salah satu usaha untuk meneruskan perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di sejumlah negara untuk mewujudkan perdamaian dunia, termasuk kemerdekaan rakyat Palestina.
(Baca juga: Curahan Hati Prof Suteki “Senjakala Kebebasan ASN Akademikus”)
Yahya ditanyai Rabi Rosen soal hubungan Islam dengan Yahudi. Yahya menjelaskan sentimen negatif masyarakat Islam terhadap Yahudi disebabkan oleh konflik Palestina-Israel. Juga disebabkan oleh kekurangpahaman mengenai konflik Palestina-Israel.
Ada langkah yang bisa ditempuh untuk mewujudkan perdamaian. Pertama, Yahya mendorong adanya interpretasi baru terhadap hubungan antarumat beragama.
“Pertama, harus menemukan solusi baru terkait fungsi agama dalam kehidupan nyata. Kedua, harus ada interpretasi lebih antar-agama untuk membimbing umat agar tercipta harmonisasi antarumat beragama,” tutur Yahya.
Kedua, prinsip rahmah (kasih sayang) dalam agama Islam harus senantiasa diterapkan. Menurutnya, keadilan tercipta bila konsep rahmah diterapkan.
Secara terpisah, Ketua PBNU Robikin Emhas menyatakan tak ada jalinan kerja sama program ataupun kelembagaan antara NU dan Israel. Yahya hadir di Israel untuk memberikan gagasan yang luar biasa.
“Boleh jadi Gus Yahya Staquf memenuhi undangan dimaksud untuk menawarkan gagasan yang memberi harapan bagi terwujudkan perdamaian di Palestina dan dunia pada umumnya,” kata Robikin.
# Di Israel, Gus Yahya Katakan Hormati Palestina Sebagai Negara Merdeka


