Di Hari Tani, Fadli Zon: Pemerintah Tidak Transparan Dalam Masalah Impor

REINHA.com – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengucapkan selamat Hari Tani kepada para petani Indonesia. Petani makmur, petani sejahtera, Indonesia daulat pangan. Walaupun, menurut Fadli Zon tahun ini, kita memperingati Hari Tani dengan penuh keprihatinan. Semoga kondisi pertanian kita bisa lebih baik.
Dimana melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) pemerintah telah mengeluarkan penugasan kepada Bulog untuk melakukan tambahan impor beras sebanyak 1 juta ton. Dengan begitu, hingga Agustus 2018 total izin impor beras telah mencapai 2 juta ton.
Fadli Zon pun menyebut pemerintah telah bertindak tidak transparan dalam masalah impor, mengingat tambahan izin 1 juta ton itu baru diketahui masyarakat belakangan. Padahal, izin tersebut telah diteken pemerintah sejak tiga bulan lalu. Itu sebabnya, HKTI menolak kebijakan impor beras.
(Baca juga: Fahri Hamzah: Reforma Agraria Jangan Hanya Menjadi Janji Politik)
Menurut pandagan Fadli Zon dan HKTI, impor beras akan menyebabkan harga gabah di tingkat petani anjlok. Diman hal tersebut berimbas terhadap kehidupan petani yang bakal kian terpuruk.
“Jadi, kebijakan impor beras hingga dua juta ton ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap petani. Itu sebabnya HKTI menolak kebijakan tersebut” ungkap Fadli.
Lebih lanjut lagi Fadli Zon mengatakan untuk memenuhi stok pangan nasional pemerintah seharusnya melakukan maksimalisasi penyerapan gabah atau beras milik petani. Gabah dan beras petan harus diprioritaskan untuk diserap pemerintah, bukannya malah impor beras.
Kalau pun harga gabah dan beras petani lebih mahal dari beras import, harus tetap diserap, toh yang untung petani kita sendiri, kata Fadli Zon.
Jika gudang Bulog diisi oleh gabah dan beras petani, pendapatan petani akan meningkat. Daya beli mereka juga akan naik. Sayangnya, alih-alih menolong petani bangsa sendiri, pilihan kebijakan pemerintah selalu saja impor, yang secara tidak langsung lebih suka menolong petani dari negara lain, ungkap Fadli.
Kebijakan impor beras jangan dijadikan solusi permanen. Itu sebabnya HKTI juga meminta kepada Pemerintah untuk mendorong peningkatan produktivitas petani kita, agar dalam jangka panjang kita bisa memutus ritus impor beras tersebut.
# Di Hari Tani, Fadli Zon: Pemerintah Tidak Transparan Dalam Masalah Impor


