SBY: Kita Tidak Ingin Indonesia Menjadi Sarang Fitnah Dan Hoax

SBY: Kita Tidak Ingin Indonesia Menjadi Sarang Fitnah Dan Hoax

SBY: Kita Tidak Ingin Indonesia Menjadi Sarang Fitnah Dan Hoax
@SBYudhoyono

REINHA.com – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa dirinya telah membaca permintaan maaf dan pencabutan artikel Asia Sentinel yang ditulis John Berthelsen yang berisi fitnah besar terhadap dirinya dan Partai Demokrat.

Meskipun kerusakan terhadap nama baiknya dan Demokrat sudah terjadi, sebagai orang beriman dan umat hamba Allah, SBY mengatakan dirinya tetap memberikan maaf.

SBY juga mengucapkan terimakasih kepada media massa yang telah berkenan memuat permintaan maaf dari Asia Sentinel dengan mengatakan kalau dirinya merindukan pers yang seperti itu.

Namun SBY menegaskan bahwa misi belum selesai. Dimana persoalan tersebut seperti puncak gunung es, masih banyak misteri dan teka-teki yang harus dijawab dan dibongkar.

“Skandal fitnah ini libatkan elemen asing dan bangsa sendiri. Tim Investigasi akan terus bekerja (di dalam dan di luar negeri) hingga tuntas” kata SBY.

“Hasilnya akan saya laporkan kepada rakyat Indonesia. Kita tentu tak ingin Indonesia yang kita cintai ini jadi sarang produksi dan distribusi fitnah dan hoax” lanjut SBY.

SBY juga mengatakan bahwa ada laporan dari rakyat kepada dirinya tentang politisi dan media massa (televisi) yang sangat keterlaluan dalam menyebarkan fitnah tersebut. Dan mengatakan akan menyelesaikan hal tersebut sesuai dengan UU.

(Baca juga: Jokowi: Kalau Bersatu Dan Rukun Bangsa Kita Bisa Melompat)

SBY juga mengucapkan terimakasih, dimana rakyat juga mengadukan kepada dirinya tentang berita dan meme dari pihak yang sebarkan fitnah tersebut. SBY mengatakan dirinya menunggu yang lain agar tuntas.

“Kalau tidak dibongkar sampai akar-akarnya, setiap saat fitnah keji ini akan dimunculkan lagi. Saya sudah lelah dan bersabar selama 10 tahun” kata SBY.

Lebih lanjut lagi, SBY mengatakan sesuai dengan konstitusi kita (UUD 1945), sebagai warga negara, dirinya berhak mendapatkan perlindungan atas kehormatan dan martabat dirinya.

SBY juga meminta izin kepada Presiden Jokowi untuk perjuangkan kebenaran tersebut, demi martabat dan kehormatan dirinya sebagai mantan presiden.

“Saya tak ingin repotkan negara. Namun, bantuan Kedutaan Besar di sejumlah negara saya perlukan. Ini juga merupakan tugas mereka” kata SBY.

SBY pun mengakui jika kini dirinya sedang mencari jalan keluar untuk melaporkan kepada kepolisian. Meskipun tidak memiliki kekuatan dan “resources” yang cukup, SBY mengakui akan gigih berikhtiar.

SBY meminta kader Demokrat untuk tuntaskan perjuangan dan menemukan kebenaran, walaupun tiga hari lagi kampaye pemilu 2019 akan dimulai.

“Apa artinya kekuasaan dan kemenangan, kalau kebenaran dan keadilan di negeri ini hanya tersisa sebagai dongeng dan legenda tua” kata SBY.

# SBY: Kita Tidak Ingin Indonesia Menjadi Sarang Fitnah Dan Hoax

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.