Minta Ratna Sarumpaet Bicara, Fahri Hamzah: Jika Sandiwara Maka Minta Maaflah

REINHA.com – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meminta Ratna Sarumpaet bicara soal penganiayaan yang terjadi atas dirinya. Fadli juga meminta Ratna untuk minta maaf jika hal tersebut adalah sandiwara.
“Bu Ratna bicaralah….jika ini sandiwara maka minta maaflah. Jangan berlama-lama karena anda punya nama. Orang-orang menanti dengan seksama. Di ujung ada reputasi menunggumu. Berkibar atau layu dan musnah” kata Fahri Hamzah melalui akun Twitter miliknya.

(Baca juga: Polisi Beri Keterangan Terkait Isu Penganiayaan Ratna Sarumpaet)
Lebih lanjut lagi Fahri Hamzah mengatakan reputasi dari Ratna Sarumpaet ditantang. Jika Ratna Sarumpaet takut bicara, maka mintalah perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
“Saya memenuhi undangan para senior yang marah. Para aktifis membela ibu Ratna Sarumpaet tanpa pamrih dan tanpa maksud dunia. Sekarang reputasi ibu ditantang aparatur negara. Jika takut bicara minta perlindungan ada LPSK tempat mencari suaka.”
“Tapi jika ada kekeliruan, tolong katakan apa yang sebenarnya terjadi. Terlalu mahal harga waktu kita di tengah bencana dan di tengah musibah yang menimpa anak bangsa. Ayo ibu Ratna Sarumpaet katakan apa yang sebenarnya terjadi. Ini era demokrasi dan ini era merdeka” lanjut Fahri.
Fahri mengatakan bahwa dirinya sulit untuk percaya bahwa orang meskipun perempuan tapi berumur 70 athun bisa berubah dan memutar kesaksian. Maka jika itu terjadi, adalah hak kita untuk mengambil dua sikap berbeda: percaya bahwa ini dusta atau seseorang tak berani berkata apa adanya.
Fahri pun kembali memohon agar Ratna Sarumpaet segera buka suara.
“..Katakan hitam adalah hitam dan putih adalah putih…telanlah apa yang menjadi fakta. Saya masih muda tak layak memberimu nasehat. Tapi hari-hari ini sejarah menanti kesaksian anda. Dan setelah itu kita tutup satu episode.
Saya percaya ibu Ratna Sarumpaett pasti bisa apa adanya….tulis Fahri diujung tweetnya.
# Minta Ratna Sarumpaet Bicara, Fahri Hamzah: Jika Sandiwara Maka Minta Maaflah


