Unik, Duyung Ini Turuti Perkataan Nelayan Di Alor

Unik, Duyung Ini Turuti Perkataan Nelayan Di Alor

Unik, Duyung Ini Turuti Perkataan Nelayan Di Alor
Twitter @justjanty

REINHA.com – Sebuah video menunjukkan seekor duyung mendekati perahu yang ditumpangi wisatawan di perairan Pantai Mali, Kelurahan Kabola, Alor, Nusa Tenggara Timur. Hewan pemalu ini, sepertinya menuruti perkataan dari Pak One, seorang nelayan yang menghantar wisatawan melihat duyung tersebut.

Video ini diunggah oleh Akun twitter resmi Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut.

“Duyung merupakan hewan yang pemalu. Namun di Alor, seekor duyung yang diberi nama mawardi ini bersahabat dengan nelayan yang bernama pak One. Pak one ini rupanya punya kemampuan memanggil duyung.” tulis akun ‏Dit. Konservasi Laut.

(Lihat Videonya Disini)

Duyung atau dugong (Dugong dugon) adalah sejenis mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau lembu laut yang masih bertahan hidup selain manatee dan mampu mencapai usia 22 sampai 25 tahun.

Duyung bukanlah ikan karena menyusui anaknya dan masih merupakan kerabat evolusi dari gajah. Ia merupakan satu-satunya hewan yang mewakili suku Dugongidae. Selain itu, ia juga merupakan satu-satunya lembu laut yang bisa ditemukan di kawasan perairan sekurang-kurangnya di 37 negara di wilayah Indo-Pasifik, walaupun kebanyakan duyung tinggal di kawasan timur Indonesia dan perairan utara Australia.

(Baca juga: Setelah Pelantikan KSAD, Ibu Negara Iriana Minta Foto Bareng Wartawan)

Duyung atau dugong adalah satu-satunya mamalia laut herbivora atau maun (pemakan dedaunan), dan semua spesies sapi laut hidup pada perairan segar dengan suhu air tertentu.

Duyung sangat bergantung kepada rumput laut sebagai sumber makanan, sehingga penyebaran hewan ini terbatas pada kawasan pantai tempat ia dilahirkan. Hewan ini membutuhkan kawasan jelajah yang luas, perairan dangkal serta tenang, seperti di kawasan teluk dan hutan bakau.

Untuk melihat duyung di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, ada beberapa peraturan yang harus di perhatikan. Dalam Perbup Alor, ditekankan bahwa pengunjung tidak boleh berenang dan memegang, memberi makan, ataupun mengganggu dugong yang berada di habitatnya.

Pengamatan juga hanya dilakukan dari atas kapal, dengan menggunakan kapal masyarakat lokal, yang dikelola oleh dua kelompok di kawasan Mali, Kelurahan Kabola, yaitu Kelompok Ol Oho dan Kelompok Mail Maha.

# Unik, Duyung Ini Turuti Perkataan Nelayan Di Alor

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.