Walaupun Peluru Bersarang Di Pundaknya, Pria India Ini Tetap Melanjutkan Upacara Pernikahannya

Walaupun Peluru Bersarang Di Pundaknya, Pria India Ini Tetap Melanjutkan Upacara Pernikahannya

Ilustrasi – FILE PHOTO © Reuters

REINHA.com – Seorang pengantin pria di India, telah membuktikan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan cinta. Dimana dalam perjalanan ke upacara pernikahannya, pengantin pria ini ditembak, dia tetap mengucapkan janji pernikahannya dengan peluru yang bersarang di pundaknya.

Musim pernikahan tradisional di negara Asia Timur telah dimulai, dengan banyak pasangan bergegas untuk mengikat simpul. Badal, 25, dan tunangannya termasuk di antara mereka yang terjebak dalam demam pernikahan. Namun, tidak ada yang menyangka rintangan yang dihadapi Badal dalam perjalanan untuk memulai sebuah keluarga.

(Baca juga: Macron: Persatuan Perancis-Jerman Dapat Menghentikan Kekacauan Global)

Dikutip dari RT, pengantin pria (Badal) berada di kereta dengan anggota keluarga yang menari di sekelilingnya, sekitar 400 meter dari tempat pernikahan di Delhi selatan, dua orang pria tak dikenal naik ke kereta dan menembak Badal di bahu.

Pertama dia tidak sepenuhnya menyadari apa yang telah terjadi. “Ketika dia merasakan luka bakar dan darah di bahunya, dia turun dari kereta dan memberi tahu anggota keluarganya tentang hal itu. Pada saat itu, para penyerang telah melarikan diri, ”kata seorang petugas polisi yang menangani kasus tersebut.

Dia dilarikan ke rumah sakit setempat untuk perawatan. Namun, dokter tidak dapat mengeluarkan peluru dari pundaknya dengan segera dimana operasi yang lebih rumit dibutuhkan untuk mengeluarkan peluru tersebut. Setelah tiga jam perawatan dan perban, tetapi masih dengan peluru di bahunya, Badal akhirnya berjalan ke upacara pernikahan.

Vijay Kumar, seorang wakil komisaris polisi di Delhi mengatakan kepada AFP bahwa pelurunya yang ditembakan ke Badal terjebak di antara tulang bahunya.

# Walaupun Peluru Bersarang Di Pundaknya, Pria India Ini Tetap Melanjutkan Upacara Pernikahannya